alexametrics
31 C
Gresik
Tuesday, 24 May 2022

Pacar Disetubui Lima Kali, Anak 17 Tahun Terancam Dipenjara 6 Tahun

GRESIK – Perbuatan asusila yang dilakukan oleh anak yang berhadapan dengan hukum sebut saja MTP masih berusia 17 tahun (dibawah umur) warga Dusun Paras Kecamatan Benjeng talah melakukan persetebuhan pada anak korban sebut saja Bungah ,17. Akibat perbuataanya, kini MTP menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siluh Candrawati mendakwa MTP dengan pasal 18 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Pada dakwaan diuraikan bahwa MTP dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan. Tidak hanya sekali, tetapi MTP melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak 5 kali sehingga perbuatan tersebut dipandang sebagai berbuatan yang berlanjut. Tindak pidana persetubuan ini dilakukan pada Senin 19 Desember 2018 selanjutnya dilakukan pada bulan berikutnya sampai 5 kali. Akibat perbuaatan MTP, anak korban hamil dan melahirkan anak perempuan.

“Persetubuhan sebanyak lima kali ini dilakukan ditempat rumah anak korban tepatnya diruang tamu. Empat kali disetubui spermanya dikeluarkan diluar, satu kali pas terakhir berhubungan dikeluarkan didalam, ” tegas Jaksa Siluh.

Setelah pembacaan dakwaan, acara sidang tertutup ini dilanjutkan dengan memeriksa 5 saksi, salah satunya saksi anak korban.

Menurut Jaksa Siluh pada keterangan saksi diperoleh fakta bahwa keduanya merupakan pasangan kekasih (pacaran) lalu ada ajakan dan bujuk rayu yang dilakukan anak yang berhadapan dengan hukum untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Perbuatan yang dilarang itu dilakukan oleh keduanya pasangan yang masih dibawah umur. Akibatnya, anak korban hamil dan saat ini telah melahirkan anak perempuan,” jelasnya.

Sidang dengan Hakim tunggal Fitra Dewi Nasution ditunda dengan agenda pemerikasaan anak yang berhadapan dengan hukum.(yud/han)

GRESIK – Perbuatan asusila yang dilakukan oleh anak yang berhadapan dengan hukum sebut saja MTP masih berusia 17 tahun (dibawah umur) warga Dusun Paras Kecamatan Benjeng talah melakukan persetebuhan pada anak korban sebut saja Bungah ,17. Akibat perbuataanya, kini MTP menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siluh Candrawati mendakwa MTP dengan pasal 18 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Pada dakwaan diuraikan bahwa MTP dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan. Tidak hanya sekali, tetapi MTP melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak 5 kali sehingga perbuatan tersebut dipandang sebagai berbuatan yang berlanjut. Tindak pidana persetubuan ini dilakukan pada Senin 19 Desember 2018 selanjutnya dilakukan pada bulan berikutnya sampai 5 kali. Akibat perbuaatan MTP, anak korban hamil dan melahirkan anak perempuan.

-

“Persetubuhan sebanyak lima kali ini dilakukan ditempat rumah anak korban tepatnya diruang tamu. Empat kali disetubui spermanya dikeluarkan diluar, satu kali pas terakhir berhubungan dikeluarkan didalam, ” tegas Jaksa Siluh.

Setelah pembacaan dakwaan, acara sidang tertutup ini dilanjutkan dengan memeriksa 5 saksi, salah satunya saksi anak korban.

Menurut Jaksa Siluh pada keterangan saksi diperoleh fakta bahwa keduanya merupakan pasangan kekasih (pacaran) lalu ada ajakan dan bujuk rayu yang dilakukan anak yang berhadapan dengan hukum untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Perbuatan yang dilarang itu dilakukan oleh keduanya pasangan yang masih dibawah umur. Akibatnya, anak korban hamil dan saat ini telah melahirkan anak perempuan,” jelasnya.

Sidang dengan Hakim tunggal Fitra Dewi Nasution ditunda dengan agenda pemerikasaan anak yang berhadapan dengan hukum.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/