26.7 C
Gresik
Wednesday, 31 May 2023

Babak Baru Kasus Galian C Ilegal, Dua Pemilik Tambang Diamankan

GRESIK – Kasus penambangan galian C ilegal memasuki babak baru. Meski sempat dibiarkan, Satreskrim Polres Gresik akhirnya bertindak tegas. Usai menangkap pelaku, Polres Gresik juga mengamamkan berbagai alat bukti tujuh dump truk yang selama ini beroperasi mengangkut tambang.

Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Gresik dipimpin Iptu Suparlan melakukan penggerebekan ketika alat berat sedang bekerja dia area tambang ilegal yang berada di lahan pertanian yang berada Desa Jatirembe dan Desa Jatiroboh, Kecamatan Benjeng.  Dari penggerbekan dua tambang galian C ilegal itu petugas memergoki excavator mengisi material tanah kedalam truk. Kemudian mengamankan tujuh unit dump truk, dua excavator beserta surat-surat dan nota disita lalu dibawa ke Mapolres Gresik sebagai barang bukti. “Pemilik kedua tambang ilegal itu adalah inisial M dan K,” kata Suparlan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kini kedua pemilik diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik M dan K. Kedua disangkakan pasal 158 jo pasal 35 Undang-undang RI nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara. “Kegiatan ini adalah penertiban galian ilegal atau ilegal mining. Yang jelas-jelas perbuatan melanggar hukum dan merusak alam sekitar.” ujarnya.  Selama ini, pembeli hasil galian adalah daerah-daerah yang membutuhkan urukan tanah. “Kedua pelaku kini masih menjalani proses penyidikan guna pengembangan kasus. Dan lokasi tambang ilegal langsung kami police line.” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Kasus penambangan galian C ilegal memasuki babak baru. Meski sempat dibiarkan, Satreskrim Polres Gresik akhirnya bertindak tegas. Usai menangkap pelaku, Polres Gresik juga mengamamkan berbagai alat bukti tujuh dump truk yang selama ini beroperasi mengangkut tambang.

Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Gresik dipimpin Iptu Suparlan melakukan penggerebekan ketika alat berat sedang bekerja dia area tambang ilegal yang berada di lahan pertanian yang berada Desa Jatirembe dan Desa Jatiroboh, Kecamatan Benjeng.  Dari penggerbekan dua tambang galian C ilegal itu petugas memergoki excavator mengisi material tanah kedalam truk. Kemudian mengamankan tujuh unit dump truk, dua excavator beserta surat-surat dan nota disita lalu dibawa ke Mapolres Gresik sebagai barang bukti. “Pemilik kedua tambang ilegal itu adalah inisial M dan K,” kata Suparlan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kini kedua pemilik diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Gresik M dan K. Kedua disangkakan pasal 158 jo pasal 35 Undang-undang RI nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara. “Kegiatan ini adalah penertiban galian ilegal atau ilegal mining. Yang jelas-jelas perbuatan melanggar hukum dan merusak alam sekitar.” ujarnya.  Selama ini, pembeli hasil galian adalah daerah-daerah yang membutuhkan urukan tanah. “Kedua pelaku kini masih menjalani proses penyidikan guna pengembangan kasus. Dan lokasi tambang ilegal langsung kami police line.” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru