alexametrics
28C
Gresik
Monday, 12 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Curi Alat, Dua Karyawan Garuda Food Dipolisikan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Nur Kholis, 43, warga asal Kabupaten Jombang dan Happy Trianggono, 32, warga Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terpaksa harus berurusan dengan polisi. Ini setelah keduanya dilaporkan perusahaannya PT Garuda Food lantaran nekat mencuri alat berupa sensor. Saat ini, pelaku telah diamankan Polsek Driyorejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Wavek Arifin menuturkan penangkapan terhadap kedua tersangka bermula dari laporan pihak perusahaan. Keduanya dilaporkan telah mencuri sensor. “Ulah pelaku pertama kali diketahui saksi Nanang Arifin saat melakukan pengecekkan di ruang PDP perusahaan. Saksi mendapati 16 inverter ada di lokasi, namun empat buah sensor hilang,” ujarnya.

Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan jika sensor hasil curian tersebut ditawarkan oleh seseorang via whatsapp. “Anggota saya kemudian melakukan penyelidikan dan memancing pelaku dengan cara transaksi palsu di SPBU Desa Sidorejo, Kecamatan Krian Sidoarjo. Pelaku mengaku sebagai Happy Trianggono yang merupakan karyawan perusahaan itu sendiri,” terangnya.

Dari pemeriksaan, Happy mengaku mendapatkan barang tersebut dari rekan kerjanya Nur Kholis. “Ia mengaku sudah mencuri dua sensor dari pabrik makanan ringan itu, ” ungkapnya.

Wavek menjelaskan keduanya sudah amankan beserta barang bukti Mapolsek Driyorejo dan ditetapkan sebagai tersangka. “Beserta barang bukti satu buah Sensor Merk Sick serta tersangka sudah kami tahan di Mapolsek Driyorejo,” jelasnya.

Atas perbuatannya kedua tersangka Nur Kholis dan Happy Trianggono harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dan harus keluar dari perusahaan tempatnya bekerja serta mendekam di sel tahanan Polsek Driyorejo. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Nur Kholis, 43, warga asal Kabupaten Jombang dan Happy Trianggono, 32, warga Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terpaksa harus berurusan dengan polisi. Ini setelah keduanya dilaporkan perusahaannya PT Garuda Food lantaran nekat mencuri alat berupa sensor. Saat ini, pelaku telah diamankan Polsek Driyorejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Wavek Arifin menuturkan penangkapan terhadap kedua tersangka bermula dari laporan pihak perusahaan. Keduanya dilaporkan telah mencuri sensor. “Ulah pelaku pertama kali diketahui saksi Nanang Arifin saat melakukan pengecekkan di ruang PDP perusahaan. Saksi mendapati 16 inverter ada di lokasi, namun empat buah sensor hilang,” ujarnya.

Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan jika sensor hasil curian tersebut ditawarkan oleh seseorang via whatsapp. “Anggota saya kemudian melakukan penyelidikan dan memancing pelaku dengan cara transaksi palsu di SPBU Desa Sidorejo, Kecamatan Krian Sidoarjo. Pelaku mengaku sebagai Happy Trianggono yang merupakan karyawan perusahaan itu sendiri,” terangnya.

Mobile_AP_Half Page

Dari pemeriksaan, Happy mengaku mendapatkan barang tersebut dari rekan kerjanya Nur Kholis. “Ia mengaku sudah mencuri dua sensor dari pabrik makanan ringan itu, ” ungkapnya.

Wavek menjelaskan keduanya sudah amankan beserta barang bukti Mapolsek Driyorejo dan ditetapkan sebagai tersangka. “Beserta barang bukti satu buah Sensor Merk Sick serta tersangka sudah kami tahan di Mapolsek Driyorejo,” jelasnya.

Atas perbuatannya kedua tersangka Nur Kholis dan Happy Trianggono harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dan harus keluar dari perusahaan tempatnya bekerja serta mendekam di sel tahanan Polsek Driyorejo. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru