alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Warga Menganti di Gegerkan Temuan Lansia Tewas Tengkurap di Sawah

GRESIK – Warga Desa Setro Kecamatan Menganti digegerkan penemuan sesosok mayat di pematang sawah. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui pertama kali oleh salah satu petani setempat yang hendak pergi ke sawah.

Mayat itu bernama Suloyo,58. Lansia warga asal Desa Menganti, Kecamatan Menganti. Pada saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi tengkurap dengan kondisi luka pada pelipis sebelah kanan dan pipi sebelah kanan akibat gigitan binatang sawah.

Kronologi yang dihimpun, korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 09.00 WIB oleh salah seorang saksi bernama Sodikin (55), warga Desa Setro, Kecamatan Menganti, Minggu (23/1). Saat itu, Sodikin hendak berangkat ke sawahnya. Namun, Suloy kaget saat berjalan di pematang sawah melihat korban dalam posisi tengkurap tidak bernyawa di tengah sawah.

Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan sesaat setelah mengetahui hal itu, saksi kemudian memberitahu saudaranya bernama Robin dan bergegas memanggil warga sekitar untuk bersama-sama menuju persawahan.

“Setelah sampai di sawah milik saudara Imron tersebut, di tengah sawah milik saudara Imron ada sesosok mayat laki-laki dengan posisi tengkurap,” ujarnya.

Dari laporan warga atas penemuan mayat ke Polsek, tidak berselang lama anggota kami langsung menuju lokasi penemuan mayat tersebut. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Ibnu Sina guna keperluan Visum et Repertum (VER) jenazah.  “Setelah anggota Polsek Menganti datang mayat tersebut langsung dievakuasi warga untuk dbawa ke kamar jenazah RS Ibnu Sina,” jelasnya.

Lanjut Tatak menuturkan dari keterangan keluarga, korban pernah mengalami kecelakaan dan mengalami gegar otak. Almarhum juga memiliki riwayat demesia almeser atau kepikunan.  “Almarhum memiliki riwayat jantung. Sering pergi dari rumah atau sering hilang,” ungkap Tatak.

Tatak mengungkapkan berdasarkan hasil cek medis, tidak di temukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka pada pelipis sebelah kanan dan pipi sebelah kanan korban adalah akibat gigitan binatang.

“Pada saat di cek oleh Medis bidan Desa tidak di temukan tanda tanda kekerasan. Terdapat luka pada pelipis sebelah kanan dan pipi sebelah kanan akibat gigitan binatang sawah dan korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Warga Desa Setro Kecamatan Menganti digegerkan penemuan sesosok mayat di pematang sawah. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui pertama kali oleh salah satu petani setempat yang hendak pergi ke sawah.

Mayat itu bernama Suloyo,58. Lansia warga asal Desa Menganti, Kecamatan Menganti. Pada saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi tengkurap dengan kondisi luka pada pelipis sebelah kanan dan pipi sebelah kanan akibat gigitan binatang sawah.

Kronologi yang dihimpun, korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 09.00 WIB oleh salah seorang saksi bernama Sodikin (55), warga Desa Setro, Kecamatan Menganti, Minggu (23/1). Saat itu, Sodikin hendak berangkat ke sawahnya. Namun, Suloy kaget saat berjalan di pematang sawah melihat korban dalam posisi tengkurap tidak bernyawa di tengah sawah.

-

Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan sesaat setelah mengetahui hal itu, saksi kemudian memberitahu saudaranya bernama Robin dan bergegas memanggil warga sekitar untuk bersama-sama menuju persawahan.

“Setelah sampai di sawah milik saudara Imron tersebut, di tengah sawah milik saudara Imron ada sesosok mayat laki-laki dengan posisi tengkurap,” ujarnya.

Dari laporan warga atas penemuan mayat ke Polsek, tidak berselang lama anggota kami langsung menuju lokasi penemuan mayat tersebut. Jasad korban kemudian dibawa ke RS Ibnu Sina guna keperluan Visum et Repertum (VER) jenazah.  “Setelah anggota Polsek Menganti datang mayat tersebut langsung dievakuasi warga untuk dbawa ke kamar jenazah RS Ibnu Sina,” jelasnya.

Lanjut Tatak menuturkan dari keterangan keluarga, korban pernah mengalami kecelakaan dan mengalami gegar otak. Almarhum juga memiliki riwayat demesia almeser atau kepikunan.  “Almarhum memiliki riwayat jantung. Sering pergi dari rumah atau sering hilang,” ungkap Tatak.

Tatak mengungkapkan berdasarkan hasil cek medis, tidak di temukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka pada pelipis sebelah kanan dan pipi sebelah kanan korban adalah akibat gigitan binatang.

“Pada saat di cek oleh Medis bidan Desa tidak di temukan tanda tanda kekerasan. Terdapat luka pada pelipis sebelah kanan dan pipi sebelah kanan akibat gigitan binatang sawah dan korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/