alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Pedagang Mainan Alun-alun Saling Adu Pukul

GRESIK– Malam minggu yang seharusnya menjadi malam refresing dan rekreasi bagi masyarakat berubah menjadi mencekam. Hal itu setelah sejumlah pedagang Alun-alun terlihat aksi saling pukul.

Aksi bentrokan terjadi ketika salah satu pedagang mainan anak nekat menggelar lapaknya di tengah kawasan Alun-alun. Hal ini sontak memicu kecemburuan antar pedagang yang lain karena dianggap kawasan tengah alun-alun merupakan area steril.

Sejumlah pedagang yang biasanya mangkal di area timur Alun-alun melakukan sweeping dan meminta agar pedagang di kawasan tengah menutup lapak. Pedagang mainan di kawasan tengah Alun-alun yang tidak terima lapaknya ditutup akhirnya melakukan perlawanan hingga terjadi aksi baku hantam. “Sudah berkali-kali diingatkan tapi tetap nekat dan tidak mau pindah. Kalau begitu terpaksa kami bubarkan,” kata salah seorang pedagang Timur Alun-alun. Beruntung keributan tidak berlangsung lama setelah aparat Satpol PP yang kebetulan berjaga di Alun-alun turun tangan untuk melerai.

Kepala Dinas Satpol PP Pemkab Gresik, Abu Hasan mengatakan, sebelum terjadi kericuhan sebenarnya antara pedagang mainan di kawasan tengah Alun-alun dengan pedagang mainan di kawasan timur sudah dilakukan mediasi. “Hasil dari mediasi yang dilakukan Diskoperindag disepakati jika kawasan tengah Alun-alun harus steril,” kata Abu Hasan.

Dikatakan, bentrokan yang terjadi merupakan akumulasi dari kekesalan pedagang mainan yang tergabung dalam paguyuban PKL Alun-alun Gresik. Mereka sempat mengeluhkan lapaknya sepi akibat dikawasan tengah alun-alun banyak pedagang ilegal yang tidak masuk paguyuban namun bisa bebas berjualan. Untuk mengantisipasi bentrok susulan Satpol PP Pemkab Gresik telah menyiagakan satu regu personil keamanan dilapangan. “Kami minta semua pihak harus patuh terhadap ketentuan dan rapat yang sudah disepekati,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Agus Budiono membenarkan jika aksi baku hantam antar pedagang dipicu oleh persaingan bisnis.

“Diskoperindag membawahi PKL yang ada di kawasan timur Alun-alun. Sehingga jika ada pedagang nekat menggelar lapak ditengah Satpol PP harus turun tangan untuk menertibkan,” tegas Agus. (fir/han)

GRESIK– Malam minggu yang seharusnya menjadi malam refresing dan rekreasi bagi masyarakat berubah menjadi mencekam. Hal itu setelah sejumlah pedagang Alun-alun terlihat aksi saling pukul.

Aksi bentrokan terjadi ketika salah satu pedagang mainan anak nekat menggelar lapaknya di tengah kawasan Alun-alun. Hal ini sontak memicu kecemburuan antar pedagang yang lain karena dianggap kawasan tengah alun-alun merupakan area steril.

Sejumlah pedagang yang biasanya mangkal di area timur Alun-alun melakukan sweeping dan meminta agar pedagang di kawasan tengah menutup lapak. Pedagang mainan di kawasan tengah Alun-alun yang tidak terima lapaknya ditutup akhirnya melakukan perlawanan hingga terjadi aksi baku hantam. “Sudah berkali-kali diingatkan tapi tetap nekat dan tidak mau pindah. Kalau begitu terpaksa kami bubarkan,” kata salah seorang pedagang Timur Alun-alun. Beruntung keributan tidak berlangsung lama setelah aparat Satpol PP yang kebetulan berjaga di Alun-alun turun tangan untuk melerai.

-

Kepala Dinas Satpol PP Pemkab Gresik, Abu Hasan mengatakan, sebelum terjadi kericuhan sebenarnya antara pedagang mainan di kawasan tengah Alun-alun dengan pedagang mainan di kawasan timur sudah dilakukan mediasi. “Hasil dari mediasi yang dilakukan Diskoperindag disepakati jika kawasan tengah Alun-alun harus steril,” kata Abu Hasan.

Dikatakan, bentrokan yang terjadi merupakan akumulasi dari kekesalan pedagang mainan yang tergabung dalam paguyuban PKL Alun-alun Gresik. Mereka sempat mengeluhkan lapaknya sepi akibat dikawasan tengah alun-alun banyak pedagang ilegal yang tidak masuk paguyuban namun bisa bebas berjualan. Untuk mengantisipasi bentrok susulan Satpol PP Pemkab Gresik telah menyiagakan satu regu personil keamanan dilapangan. “Kami minta semua pihak harus patuh terhadap ketentuan dan rapat yang sudah disepekati,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Gresik, Agus Budiono membenarkan jika aksi baku hantam antar pedagang dipicu oleh persaingan bisnis.

“Diskoperindag membawahi PKL yang ada di kawasan timur Alun-alun. Sehingga jika ada pedagang nekat menggelar lapak ditengah Satpol PP harus turun tangan untuk menertibkan,” tegas Agus. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/