alexametrics
27C
Gresik
Wednesday, 24 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Polisi Lamban Tangani Kasus Limbah B3

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK– Sudah Seminggu lebih gundukan yang diduga limbah bahan berbahaya beracun (B3) di lahan kosong Dusun Iker – iker Kecamatan Cerme. Ironisnya, limbah yang diduga dibuang warga Sidoarjo itu mencemari lingkungan dan memunculkan bau tidak sedap ketika hujan.

Dari pantauan di lapangan tumpukan limbah meluber kemana – mana. Polisi sudah memasang garis police line di belakang bangunan ruko toko material bangunan di Desa Iker – iker, Kecamatan Cerme. Sampai berita ini diturunkan, pihak berwajib Tipiter Polres Gresik belum memanggil saksi – saksi dari pihak korban maupun pelaku pembuangan limbah tersebut.

Ketua RT 2, RW 1, Dusun/Desa iker iker, Kecamatan Cerme Ali sodikin,49, mengatakan, sampai saat ini gundukan limbah menumpuk usai pihak Tipiter Polres Gresik dan DLH Gresik datang Rabu, (17/2). “Limbahnya makin bau dan meluber terbawa air hujan. Takutnya limbah masuk ke area jublang milik warga yang memelihara ikan di sekitar lahan kosong yang sekarang disewa pak Sutoyo pemilik toko bangunan di Desa Iker – Iker geger, Kecamatan Cerme, “ujarnya, Minggu (21/2).

Sementara Kanit Tipiter Polres Gresik Ipda Suparlan hingga kedua kali dikonfirmasi melaui pesan whatsapp terkait apa ada pemanggilan saksi kasus limbah enggan memberikan jawaban.

Di sisi lain Ketua LSM – FPSR Aries Gunawan berharap, pihak berwajib segera mengungkap pembuangan limbah di Desa Iker – iker Kecamatan Cerme. ” Harapan saya petugas yang berwenang menindak tegas pelaku dan transporter limbah nakal yung melakukan pembuangan di lahan kosong di Desa Iker – Iker, Kecamatan Cerme, ” ujarnya. Diduga transporter yang sama membuang limbah juga di wilayah Kecamatan Menganti. “Kalo di Iker – Iker di lahan kosong yang dibuangi limbah tidak sebesar limbah di wilayah Kecamatan Menganti waktu lalu. Nyatanya pihak berwajib belum menetapkan tersangkanya. Semoga saja pihak berwajib bisa mengungkap pelaku dan pihak transporter nakal yang membuang limbah di Desa Iker – Iker, Kecamatan Menganti, “pungkasnya.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK– Sudah Seminggu lebih gundukan yang diduga limbah bahan berbahaya beracun (B3) di lahan kosong Dusun Iker – iker Kecamatan Cerme. Ironisnya, limbah yang diduga dibuang warga Sidoarjo itu mencemari lingkungan dan memunculkan bau tidak sedap ketika hujan.

Dari pantauan di lapangan tumpukan limbah meluber kemana – mana. Polisi sudah memasang garis police line di belakang bangunan ruko toko material bangunan di Desa Iker – iker, Kecamatan Cerme. Sampai berita ini diturunkan, pihak berwajib Tipiter Polres Gresik belum memanggil saksi – saksi dari pihak korban maupun pelaku pembuangan limbah tersebut.

Ketua RT 2, RW 1, Dusun/Desa iker iker, Kecamatan Cerme Ali sodikin,49, mengatakan, sampai saat ini gundukan limbah menumpuk usai pihak Tipiter Polres Gresik dan DLH Gresik datang Rabu, (17/2). “Limbahnya makin bau dan meluber terbawa air hujan. Takutnya limbah masuk ke area jublang milik warga yang memelihara ikan di sekitar lahan kosong yang sekarang disewa pak Sutoyo pemilik toko bangunan di Desa Iker – Iker geger, Kecamatan Cerme, “ujarnya, Minggu (21/2).

Mobile_AP_Half Page

Sementara Kanit Tipiter Polres Gresik Ipda Suparlan hingga kedua kali dikonfirmasi melaui pesan whatsapp terkait apa ada pemanggilan saksi kasus limbah enggan memberikan jawaban.

Di sisi lain Ketua LSM – FPSR Aries Gunawan berharap, pihak berwajib segera mengungkap pembuangan limbah di Desa Iker – iker Kecamatan Cerme. ” Harapan saya petugas yang berwenang menindak tegas pelaku dan transporter limbah nakal yung melakukan pembuangan di lahan kosong di Desa Iker – Iker, Kecamatan Cerme, ” ujarnya. Diduga transporter yang sama membuang limbah juga di wilayah Kecamatan Menganti. “Kalo di Iker – Iker di lahan kosong yang dibuangi limbah tidak sebesar limbah di wilayah Kecamatan Menganti waktu lalu. Nyatanya pihak berwajib belum menetapkan tersangkanya. Semoga saja pihak berwajib bisa mengungkap pelaku dan pihak transporter nakal yang membuang limbah di Desa Iker – Iker, Kecamatan Menganti, “pungkasnya.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru