alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Berantas Curanmor, Polres Gresik Tangkap Empat Pelaku

GRESIK – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kian marak sangat meresahkan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius dari Polres Gresik. Setelah melakukan berbagai upaya, Jajaran Satreskrim Polres Gresik akhirnya berhasil membekuk sejumlah pelaku.

DARI hasil pemeriksaan, tiga orang tersangka Dedi Yonata Arisandi, Achmad Khusairi dan Leonardo Kurniawan merupakan satu komplotan yang bermarkas di Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Mereka telah melakukan aksi curanmor di enam kecamatan berbeda. Mulai dari Kecamatan Bungah, Menganti, Sidayu, Dukun, Cerme dan Driyorejo.

Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan dua unit motor beat, satu unit motor scoopy, satu unit motor v-xion dan satu unit motor n-max. Kemudian, polisi juga mengamankan dua unit motor Vario yang digunakan para pelaku melancarkan aksinya.

Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan satu tersangka lain yakni Dika Octa Pratama warga Jemundo RT 12/RW 03, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Residivis kasus curat itu melakukan aksi curanmor di salah satu rumah kos di Kecamatan Driyorejo. Ia berhasil ditangkap, setelah aparat kepolisian menangkap penadah motor hasil curiannya.

Motor hasil curian sudah tidak utuh dan berubah warna karena dijual terpisah. Motor tersebut terlebih dahulu diganti warna kemudian dijual ke seorang penadah di Krian-Sidoarjo.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, saat jumpa pers di halaman Mapolres Gresik menuturkan pihaknya memberikan prirotitas khusus untuk menekan aksi kriminalitas di wilayah Kabupaten Gresik terutama kasus curanmor.

“Kami memberikan atensi penuh untuk menindak para pencurian sepeda motor yang marak di wilayah Gresik. Alhamdulillah anggota kami dilapangan berhasil mengamankan tersangka DY, LK dan AK. Mereka sudah melakukan pencurian di enam TKP di Kabupaten Gresik. Serta tersangka lain DO yang beraksi di wilayah Kecamatan Driyorejo,” ujarnya, Kamis (21/1).

Arief mengungkapkan, tersangka melancarkan aksinya dengan menggeser sepeda motor yang pemiliknya sedang lengah serta mencari sepeda motor yang kunci kontaknya masih tertinggal. Untuk itu, Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan peluang beraksi terhadap pelaku kejahatan. Sebab, pelaku kejahatan utamanya curanmor selalu menunggu kelengahan masyarakat.

” Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melengkapi kendaraannya dengan kunci ganda atau gembok. Serta menaruh motor di parkirkan tempat yang aman, dan kami mendukung pemasangan CCTV di titik-titik yang dianggap rawan,” ungkap Alumnus Akpol 2001 itu.

Ditambahkan Arief untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka harus mendekam di balik jeruji besi penjara. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Kasus ini juga terus kami kembangkan guna mencari kemungkinan pelaku barang hasil curian lain. Untuk masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor seperti ini, bisa mengambilnya secara gratis di Mapolres GreSIK,” imbuh dia. (yud/rof)

GRESIK – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kian marak sangat meresahkan masyarakat. Kondisi ini menjadi perhatian serius dari Polres Gresik. Setelah melakukan berbagai upaya, Jajaran Satreskrim Polres Gresik akhirnya berhasil membekuk sejumlah pelaku.

DARI hasil pemeriksaan, tiga orang tersangka Dedi Yonata Arisandi, Achmad Khusairi dan Leonardo Kurniawan merupakan satu komplotan yang bermarkas di Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya. Mereka telah melakukan aksi curanmor di enam kecamatan berbeda. Mulai dari Kecamatan Bungah, Menganti, Sidayu, Dukun, Cerme dan Driyorejo.

Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan dua unit motor beat, satu unit motor scoopy, satu unit motor v-xion dan satu unit motor n-max. Kemudian, polisi juga mengamankan dua unit motor Vario yang digunakan para pelaku melancarkan aksinya.

-

Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan satu tersangka lain yakni Dika Octa Pratama warga Jemundo RT 12/RW 03, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Residivis kasus curat itu melakukan aksi curanmor di salah satu rumah kos di Kecamatan Driyorejo. Ia berhasil ditangkap, setelah aparat kepolisian menangkap penadah motor hasil curiannya.

Motor hasil curian sudah tidak utuh dan berubah warna karena dijual terpisah. Motor tersebut terlebih dahulu diganti warna kemudian dijual ke seorang penadah di Krian-Sidoarjo.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, saat jumpa pers di halaman Mapolres Gresik menuturkan pihaknya memberikan prirotitas khusus untuk menekan aksi kriminalitas di wilayah Kabupaten Gresik terutama kasus curanmor.

“Kami memberikan atensi penuh untuk menindak para pencurian sepeda motor yang marak di wilayah Gresik. Alhamdulillah anggota kami dilapangan berhasil mengamankan tersangka DY, LK dan AK. Mereka sudah melakukan pencurian di enam TKP di Kabupaten Gresik. Serta tersangka lain DO yang beraksi di wilayah Kecamatan Driyorejo,” ujarnya, Kamis (21/1).

Arief mengungkapkan, tersangka melancarkan aksinya dengan menggeser sepeda motor yang pemiliknya sedang lengah serta mencari sepeda motor yang kunci kontaknya masih tertinggal. Untuk itu, Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan peluang beraksi terhadap pelaku kejahatan. Sebab, pelaku kejahatan utamanya curanmor selalu menunggu kelengahan masyarakat.

” Saya menghimbau kepada masyarakat untuk melengkapi kendaraannya dengan kunci ganda atau gembok. Serta menaruh motor di parkirkan tempat yang aman, dan kami mendukung pemasangan CCTV di titik-titik yang dianggap rawan,” ungkap Alumnus Akpol 2001 itu.

Ditambahkan Arief untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka harus mendekam di balik jeruji besi penjara. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Kasus ini juga terus kami kembangkan guna mencari kemungkinan pelaku barang hasil curian lain. Untuk masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor seperti ini, bisa mengambilnya secara gratis di Mapolres GreSIK,” imbuh dia. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/