alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

DLH Panggil Pemilik Gudang Limbah B3 Putat Lor

GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik terus mengusut kasus tercemarnya pekarangan warga RT 05/RW 02, Desa Putat Lor, Menganti. Rencananya, mereka bakal memanggil pemilik gudang yang diduga sebagai sumber asal limbah bahan berbahaya beracun (B3). Pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi kebenaran dugaan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan DLH Gresik, Bahtiar Gunawan mengatakan pihaknya akan segera panggil pemilik gudang.

“Jumat rencananya kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Sebelumnya, Ipda Daniel Napitupulu Kanit Unit Tindak Pidana Satreskrim Polres Gresik mengatakan pihaknya terus melakukan upaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan limbah tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan beberapa saksi. Di antaranya RT dan warga sekitar.

“RT setempat mengaku tidak mengetahui limbah berbahaya itu dari mana asalnya. Namun dari penuturannya, aktivitas gudang dilakukan setidaknya 2-3 kali dalam seminggu. Dan selalu dilakukan pada malam hari di atas pukul 21.00,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DLH dalam rangka mencari tahu siapa pemilik limbah tersebut. Sebab keberadaan limbah padat dan cair yang telah dipastikan sebagai limbah B3 tersebut mengganggu ketenangan warga. Lahan produktif warga sekitar tercemar. Tanaman warga berupa pisang dan pohon mangga mengering. (yud/rof)

GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik terus mengusut kasus tercemarnya pekarangan warga RT 05/RW 02, Desa Putat Lor, Menganti. Rencananya, mereka bakal memanggil pemilik gudang yang diduga sebagai sumber asal limbah bahan berbahaya beracun (B3). Pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi kebenaran dugaan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan DLH Gresik, Bahtiar Gunawan mengatakan pihaknya akan segera panggil pemilik gudang.

“Jumat rencananya kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

-

Sebelumnya, Ipda Daniel Napitupulu Kanit Unit Tindak Pidana Satreskrim Polres Gresik mengatakan pihaknya terus melakukan upaya mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan limbah tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan beberapa saksi. Di antaranya RT dan warga sekitar.

“RT setempat mengaku tidak mengetahui limbah berbahaya itu dari mana asalnya. Namun dari penuturannya, aktivitas gudang dilakukan setidaknya 2-3 kali dalam seminggu. Dan selalu dilakukan pada malam hari di atas pukul 21.00,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan DLH dalam rangka mencari tahu siapa pemilik limbah tersebut. Sebab keberadaan limbah padat dan cair yang telah dipastikan sebagai limbah B3 tersebut mengganggu ketenangan warga. Lahan produktif warga sekitar tercemar. Tanaman warga berupa pisang dan pohon mangga mengering. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/