alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Warga Tancapkan Bambu di Tengah Jalan, Seperti Ini Alasannya

GRESIK – Pohon bambu ditancapkan di tengah jalan oleh warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang. Tujuannya, sebagai penanda karena jalan bolong, pengguna jalan bisa terperosok ke dalam saluran air yang melintas di tengah jalan.

Dari informasi di lapangan diketahui kondisi jalan sepanjang 1,5 kilometer itu bergelombang. Jalan penghubung desa dengan kondisi paving itu sudah tidak layak dilalui kendaran karena bergelombang, dan juga miring. Pengendara roda dua bergantian melimtas memilih ruas sisi jalan yang agak datar.

Kepala Desa Tenggor Kowianto mengatakan rusaknya jalan ini sudah bertahun-tahun sekitar enam tahun jalan milik kabupaten itu rusak. Belum ada penanganan serius dari Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi jalan.

“Pernah kesini survey, sempat saya debat karena tak kunjung diperbaiki. Saya tidak tega lihat anak-anak masuk sekolah pas keadaan hujan. Jalan sudah tidak seperti jalan,” ujarnya, Minggu (18/7).

Kowianto mengungkapkan pihaknya sempat mengajak kepala Sekolah SMP Balongpanggang yang ada di desanya untuk protes. Datang ke Pemkab Gresik meminta agar ada perhatian serius.

“Saya bilang ini jalan anti ngantuk karena tidak mulus. Kalau saat hujan kasihan anak sekolah,” ungkapnya.

Kowianto menjelaskan mayoritas warganya yang memiliki mata pencaharian petani akan sangat terbantu jika jalan tersebut diperbaiki. Mengangkut hasil tani dari wilayah desa ke kota.

” Kalo jalan rusak seperti ini mengganggu akses distribusi hasil pertanian warganya yang hendak di jual di kota, ” jelasnya.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah, sudah melihat lokasi jalan. Dia melihat lobang menganga dan kondisi jalan yang tak karuan. Mulai dari bergelombang, miring hingga sisi tepi jalan yang bisa dilalui.

Politisi PDIP ini telah memfoto sebagian kondisi jalan melalui kamera ponsel pribadinya. Foto itu menjadi dokumentasi, kata Sulis sapaan akrabnya, akan disampaikan kepada dinas terkait.

“Kondisi pandemi memang banyak anggaran yang terdampak refokusing. Saya minta Dinas PU wilayah selatan dengan hasil pertanian harus diprioritaskan terlebih dahulu infrastrukturnya dan Apalagi, kondisi jalan itu sudah rusak sebelum ada pandemi Corona,” pungkasnya.(yud/rof)

GRESIK – Pohon bambu ditancapkan di tengah jalan oleh warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang. Tujuannya, sebagai penanda karena jalan bolong, pengguna jalan bisa terperosok ke dalam saluran air yang melintas di tengah jalan.

Dari informasi di lapangan diketahui kondisi jalan sepanjang 1,5 kilometer itu bergelombang. Jalan penghubung desa dengan kondisi paving itu sudah tidak layak dilalui kendaran karena bergelombang, dan juga miring. Pengendara roda dua bergantian melimtas memilih ruas sisi jalan yang agak datar.

Kepala Desa Tenggor Kowianto mengatakan rusaknya jalan ini sudah bertahun-tahun sekitar enam tahun jalan milik kabupaten itu rusak. Belum ada penanganan serius dari Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi jalan.

-

“Pernah kesini survey, sempat saya debat karena tak kunjung diperbaiki. Saya tidak tega lihat anak-anak masuk sekolah pas keadaan hujan. Jalan sudah tidak seperti jalan,” ujarnya, Minggu (18/7).

Kowianto mengungkapkan pihaknya sempat mengajak kepala Sekolah SMP Balongpanggang yang ada di desanya untuk protes. Datang ke Pemkab Gresik meminta agar ada perhatian serius.

“Saya bilang ini jalan anti ngantuk karena tidak mulus. Kalau saat hujan kasihan anak sekolah,” ungkapnya.

Kowianto menjelaskan mayoritas warganya yang memiliki mata pencaharian petani akan sangat terbantu jika jalan tersebut diperbaiki. Mengangkut hasil tani dari wilayah desa ke kota.

” Kalo jalan rusak seperti ini mengganggu akses distribusi hasil pertanian warganya yang hendak di jual di kota, ” jelasnya.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah, sudah melihat lokasi jalan. Dia melihat lobang menganga dan kondisi jalan yang tak karuan. Mulai dari bergelombang, miring hingga sisi tepi jalan yang bisa dilalui.

Politisi PDIP ini telah memfoto sebagian kondisi jalan melalui kamera ponsel pribadinya. Foto itu menjadi dokumentasi, kata Sulis sapaan akrabnya, akan disampaikan kepada dinas terkait.

“Kondisi pandemi memang banyak anggaran yang terdampak refokusing. Saya minta Dinas PU wilayah selatan dengan hasil pertanian harus diprioritaskan terlebih dahulu infrastrukturnya dan Apalagi, kondisi jalan itu sudah rusak sebelum ada pandemi Corona,” pungkasnya.(yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/