alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Sempat Dipolice Line, Galian C di Jatirembe Kembali Beroperasi

GRESIK – Beroperasinya kembali galian C di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, LSM FPSR akan melaporkan hal tersebut kepada aparat kepolisian. Selain diduga tanpa dilengkapi izin lengkap, pertambangan ini merusak ekosistem lingkungan hidup di sekitar lokasi.

Aris Gunawan Ketua LSM FSPR saat mendatangi lokasi galian dia mengatakan ada proses pengerukan tanah untuk galian C di area pertanian di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng.

“Tadi siang waktu saya mengecek lokasi masih terdapat aktivitas galian C. Ada alat berat bego yang menggali tanah untuk dimasukan ke beberapa dump truk di lokasi di kirim ke Betiring, Kecamatan Cerme untuk di buat pengurukan Gudang,” ujarnya, Rabu (19/7).

Aris mengungkapkan penambangan ilegal yang tidak pada tempatnya mengakibatkan struktur tanah menjadi labil. Dampaknya bisa menimbulkan lubang-lubang besar yang tidak ditimbun kembali dengan tanah sehingga saat hujan tiba akan mengakibatkan banjir.

“Masyarakat juga banyak yang resah karena akses jalan yang dilalui kendaraan pengangkut hasil galian seringkali terdapat tumpahan tanah dari atas bak truk yang mengangkut galian,” ungkapnya.

Aries berharap agar polisi segera bertindak tegas dengan menghentikan aktivitas bisnis yang diduga iliegal tersebut. “Kalau memang tidak berizin, aparat harus segera menertibkan,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsup terkait apa sudah ada laporan yang masuk terkait galian C Ilegal di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng belum menjawab. (yud/rof)


GRESIK – Beroperasinya kembali galian C di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, LSM FPSR akan melaporkan hal tersebut kepada aparat kepolisian. Selain diduga tanpa dilengkapi izin lengkap, pertambangan ini merusak ekosistem lingkungan hidup di sekitar lokasi.

Aris Gunawan Ketua LSM FSPR saat mendatangi lokasi galian dia mengatakan ada proses pengerukan tanah untuk galian C di area pertanian di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng.

“Tadi siang waktu saya mengecek lokasi masih terdapat aktivitas galian C. Ada alat berat bego yang menggali tanah untuk dimasukan ke beberapa dump truk di lokasi di kirim ke Betiring, Kecamatan Cerme untuk di buat pengurukan Gudang,” ujarnya, Rabu (19/7).

Aris mengungkapkan penambangan ilegal yang tidak pada tempatnya mengakibatkan struktur tanah menjadi labil. Dampaknya bisa menimbulkan lubang-lubang besar yang tidak ditimbun kembali dengan tanah sehingga saat hujan tiba akan mengakibatkan banjir.

-

“Masyarakat juga banyak yang resah karena akses jalan yang dilalui kendaraan pengangkut hasil galian seringkali terdapat tumpahan tanah dari atas bak truk yang mengangkut galian,” ungkapnya.

Aries berharap agar polisi segera bertindak tegas dengan menghentikan aktivitas bisnis yang diduga iliegal tersebut. “Kalau memang tidak berizin, aparat harus segera menertibkan,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsup terkait apa sudah ada laporan yang masuk terkait galian C Ilegal di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng belum menjawab. (yud/rof)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru