alexametrics
30C
Gresik
Monday, 12 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Lagi, Dua Warga Sidoarjo Ditangkap Edarkan Sabu

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Jaringan narkoba asal Sidoarjo sepertinya mendapat atensi khusus dari Satreskoba Polres Gresik. Mereka kembali menangkap dua pemuda baik itu bandar maupun kurir sabu asal Sidoarjo yang menyuplai wilayah Gresik selatan.

Kedua pemuda tersebut yakni Andi Saputra Meger, 22, asal Desa Kemendung RT 04 RW 01, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo selaku bandar dan Imam Novi Arbianto ,20, asal Desa Jogostaru RT 4 RW 1, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo selaku kurir.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatreskoba AKP Herry Kusnanto menuturkan kedua pelaku ini ditangkap berdasarkan keterangan dari pelaku M.Adjie Nabawi yang sebelumnya telah diamankan terlebih dulu.

“Terungkapnya kasus ini berkat pengembangan penyelidikan terhadap pelaku sebelumnya namun masih satu jaringan,” ujarnya, Jumat (19/02).

Herry mengungkapkan setelah mengembangkan kasus ini didapat informasi paket hemat sabu yang diedarkan tersebut didapatkan dari Imam Novi Arbianto di Desa Jogostaru, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

“Dari keterangan Imam Novi Arbianto itu, anggota di lapangan berhasil menangkap Dimas Andi Saputra Meger selaku bandar di mDesa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herry mengatakan Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga menyita empat poket narkotika jenis sabu dengan berat timbang masing-masing 0,28 gram bruto, 0,30 gram bruto, 0,30 gram, dan 0,32 gram yang disimpannya di saku jaket. Serta satu pak plastik klip, satu pipet kaca, satu potongan sedotan serta satu ponsel yang digunakan untuk transaksi.

“Peran Adjie dan Imam selaku kurir atau kaki tangan dari Dimas untuk mengambil barang dan mengantarkan kepada para pemesan, bahkan sampai ke Gresik,” katanya.

Usai menjalani pemeriksaan, kini kedua pelaku tersebut ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 84 ayat (2) KUHAP diancam minimal empat tahun penjara.(yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Jaringan narkoba asal Sidoarjo sepertinya mendapat atensi khusus dari Satreskoba Polres Gresik. Mereka kembali menangkap dua pemuda baik itu bandar maupun kurir sabu asal Sidoarjo yang menyuplai wilayah Gresik selatan.

Kedua pemuda tersebut yakni Andi Saputra Meger, 22, asal Desa Kemendung RT 04 RW 01, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo selaku bandar dan Imam Novi Arbianto ,20, asal Desa Jogostaru RT 4 RW 1, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo selaku kurir.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatreskoba AKP Herry Kusnanto menuturkan kedua pelaku ini ditangkap berdasarkan keterangan dari pelaku M.Adjie Nabawi yang sebelumnya telah diamankan terlebih dulu.

Mobile_AP_Half Page

“Terungkapnya kasus ini berkat pengembangan penyelidikan terhadap pelaku sebelumnya namun masih satu jaringan,” ujarnya, Jumat (19/02).

Herry mengungkapkan setelah mengembangkan kasus ini didapat informasi paket hemat sabu yang diedarkan tersebut didapatkan dari Imam Novi Arbianto di Desa Jogostaru, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

“Dari keterangan Imam Novi Arbianto itu, anggota di lapangan berhasil menangkap Dimas Andi Saputra Meger selaku bandar di mDesa Sidodadi, Kecamatan Taman, Sidoarjo,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herry mengatakan Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga menyita empat poket narkotika jenis sabu dengan berat timbang masing-masing 0,28 gram bruto, 0,30 gram bruto, 0,30 gram, dan 0,32 gram yang disimpannya di saku jaket. Serta satu pak plastik klip, satu pipet kaca, satu potongan sedotan serta satu ponsel yang digunakan untuk transaksi.

“Peran Adjie dan Imam selaku kurir atau kaki tangan dari Dimas untuk mengambil barang dan mengantarkan kepada para pemesan, bahkan sampai ke Gresik,” katanya.

Usai menjalani pemeriksaan, kini kedua pelaku tersebut ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 84 ayat (2) KUHAP diancam minimal empat tahun penjara.(yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru