alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Main Hujan-Hujanan, Bocah Ditemukan Tewas di Saluran Air

GRESIK – Warga Desa Ketanen, Kecamatan Panceng digegerkan penemuan bocah berna,a Rizal, 6 tahun berumur enam tahun meninggal dunia karena tersangkut di saluran air. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tewasnya Rizal bermula saat bermain sepeda angin dengan teman sebayanya. Meraka adalah Azzam ,6, dan Attha,6, di sekitar rumahnya. Kemudian turun hujan deras, ketiga bocah terus bermain hujan-hujanan. Karena terlalu asyik, ketiga bocah bermain di saluran air. Bersamaan dengan itu, ada salah satu saksi yakni Rohman yang saat itu hendak pulang ke kandang miliknya. Saksi melihat korban bersama rekannya bermain di saluran air sangat deras.

Beberapa jam kemudian, tiba-tiba saksi melihat di jalan desa banyak warga termasuk ibu korban Karomah berteriak, dan menangis meminta tolong. Selanjutnya, warga melakukan penyisiran pada saluran air tersebut.

Setelah dilakukan penyisiran. Korban ditemukan oleh warga tersangkut di saluran air. Meski sempat diberi pertolongan warga,  namun, korban tidak bergerak. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Panceng. Setelah dilakukan pengecekan secara medis korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek Panceng AKP Didik Haryanto membenarkan adanya kasus meninggalnya bocah berusia enam tahun di saluran air. “Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga korban menerima kematian ini karena suatu musibah dan takdir,” tuturnya, Selasa (18/1).

Atas kasus itu, keluarga korban tidak menuntut kepada pihak manapun dan dikuatkan dengan surat pernyataan. “Keluarga korban memohon untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat surat permohonan dan korban sudah dimakamkan,” pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – Warga Desa Ketanen, Kecamatan Panceng digegerkan penemuan bocah berna,a Rizal, 6 tahun berumur enam tahun meninggal dunia karena tersangkut di saluran air. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tewasnya Rizal bermula saat bermain sepeda angin dengan teman sebayanya. Meraka adalah Azzam ,6, dan Attha,6, di sekitar rumahnya. Kemudian turun hujan deras, ketiga bocah terus bermain hujan-hujanan. Karena terlalu asyik, ketiga bocah bermain di saluran air. Bersamaan dengan itu, ada salah satu saksi yakni Rohman yang saat itu hendak pulang ke kandang miliknya. Saksi melihat korban bersama rekannya bermain di saluran air sangat deras.

Beberapa jam kemudian, tiba-tiba saksi melihat di jalan desa banyak warga termasuk ibu korban Karomah berteriak, dan menangis meminta tolong. Selanjutnya, warga melakukan penyisiran pada saluran air tersebut.

Setelah dilakukan penyisiran. Korban ditemukan oleh warga tersangkut di saluran air. Meski sempat diberi pertolongan warga,  namun, korban tidak bergerak. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Panceng. Setelah dilakukan pengecekan secara medis korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

-

Kapolsek Panceng AKP Didik Haryanto membenarkan adanya kasus meninggalnya bocah berusia enam tahun di saluran air. “Di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga korban menerima kematian ini karena suatu musibah dan takdir,” tuturnya, Selasa (18/1).

Atas kasus itu, keluarga korban tidak menuntut kepada pihak manapun dan dikuatkan dengan surat pernyataan. “Keluarga korban memohon untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat surat permohonan dan korban sudah dimakamkan,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/