alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Bocah Laki Laki Asal Banyuurip Hilang Usai Bermain Hujan

GRESIK – Seorang anak laki-laki bernama Erik Awalul Rizqi, asal Desa Dusun Bondot, Desa Banyuurip, Kecamatan Pangkah dikabarkan hilang misterius. Dari informasi yang dihimpun sebelum hilang bocah berusia 10 tahun itu diketahui bermain hujan-hujanan tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba, bocah tersebut mendadak terpisah dari teman-teman bermainnya.

Hingga petang, bocah itu ternyata tak kunjung pulang. Orang tuanya mencari ke rumah-rumah tetangga, namun tidak ada warga yang mengetahui keberadaan korban. Mereka pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Banyuurip, Ihsanul Haris saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Diperkirakan hilangnya bocah yang masih duduk di bangku madrasah itu sekitar pukul 14.00 WIB sampai 15.00 WIB, Rabu (15/12). “Belum jelas kronologinya, namun sampai saat ini belum ditemukan, orang tua korban sudah kami suruh melapor ke kantor Polsek setelah 24 jam tidak ketemu,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (16/12).

Lebih lanjut Haris menuturkan pihaknya telah melakukan upaya pencarian dengan membentuk tim dan mencari di setiap sudut desa, bahkan ke pematang sawah dan tambak. Namun hingga Kamis (16/12) pagi, bocah itu tak kunjung ditemukan.  “Kami bahkan membentuk tim untuk melakukan pencarian di sekitar desa dan ke pematang sawah dan tambak, namun sampai Subuh belum ketemu,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin mengaku, hingga kini korban belum ditemukan. “Pihak keluarga korban dan kepala Desa menunggu 1×24 jam baru melaporkan secara resmi,  saat ini jajaran kami sudah melakukan pencarian,” pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – Seorang anak laki-laki bernama Erik Awalul Rizqi, asal Desa Dusun Bondot, Desa Banyuurip, Kecamatan Pangkah dikabarkan hilang misterius. Dari informasi yang dihimpun sebelum hilang bocah berusia 10 tahun itu diketahui bermain hujan-hujanan tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba, bocah tersebut mendadak terpisah dari teman-teman bermainnya.

Hingga petang, bocah itu ternyata tak kunjung pulang. Orang tuanya mencari ke rumah-rumah tetangga, namun tidak ada warga yang mengetahui keberadaan korban. Mereka pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Banyuurip, Ihsanul Haris saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Diperkirakan hilangnya bocah yang masih duduk di bangku madrasah itu sekitar pukul 14.00 WIB sampai 15.00 WIB, Rabu (15/12). “Belum jelas kronologinya, namun sampai saat ini belum ditemukan, orang tua korban sudah kami suruh melapor ke kantor Polsek setelah 24 jam tidak ketemu,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (16/12).

-

Lebih lanjut Haris menuturkan pihaknya telah melakukan upaya pencarian dengan membentuk tim dan mencari di setiap sudut desa, bahkan ke pematang sawah dan tambak. Namun hingga Kamis (16/12) pagi, bocah itu tak kunjung ditemukan.  “Kami bahkan membentuk tim untuk melakukan pencarian di sekitar desa dan ke pematang sawah dan tambak, namun sampai Subuh belum ketemu,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin mengaku, hingga kini korban belum ditemukan. “Pihak keluarga korban dan kepala Desa menunggu 1×24 jam baru melaporkan secara resmi,  saat ini jajaran kami sudah melakukan pencarian,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/