alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Dipanggil Dua Kali, Pemilik Limbah B3 Putat Menghilang

GRESIK – Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibuang sembarangan di area pergudangan Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti masih dalam proses penyelidikan dan periksa saksi – saksi.  Hampir satu bulan, perkembangan kasus pembuangan limbah B3 itu masih belum menunjukkan perkembangan. Sejumlah saksi yang dipanggil mengaku tidak tahu menahu dengan adanya limbah itu, mulai perangkat RT hingga kepala desa setempat. “Saat ini masih proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi – saksi,” ucap Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga, Minggu (15/11).

Tidak sampai disitu, polisi bahkan sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik lahan PT Hazzel Karya Makmur. Sudah lebih dari satu kali, polisi memanggil perusahaan yang beralamatkan di Surabaya itu. “Sampai saat ini belum memenuhi panggilan,” tambahnya.

Belum diketahui, seperti apa langkah yang akan dilakukan kepolisian untuk mengusut limbah bottom ash dan fly ash yang banyak ditemukan di dalam pergudangan itu. Jenis limbah yang ada di dalam area pergudangan itu ada dua. Limbah padat berupa pasir yang digunakan dalam produksi batu bara yang sudah dipastikan limbah B3 dan limbah cair.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik juga sudah mengambil sampel limbah cair. Lima liter limbah itu juga telah diuji di laboratorium.

Kabid pengendalian dan pencemaran limbah DLH Gresik, Baktiar Gunawan mengaku sudah menyerahkan hasil laboratorium limbah cair itu. Pihaknya enggan menyebutkan apakah limbah cair itu merupakan limbah B3 atau tidak. “Hasilnya sudah kami koordinasikan dengan polres. Kita tunggu dari penyelidikan polres dan untuk proses hukumnya saya pasrahkan ke polisi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Ipda Daniel Napitupulu mengatakan hasil dari uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dari sampel limbah di lahan produktif milik warga sekitar gudang melebihi baku mutu.  “Hasilnya ada dua unsur komponen yang melebihi baku mutu dan termasuk limbah B3 dan terkait pemilik gudang setelah di cek dirumahnya pemilik gudang sudah pindah dan saat di cek di kantor PT Hazzel Karya Makmur di Dukuh Pakis, Kota Surabaya, kantor tersebut sudah berubah ahli fungsi jadi rumah makan (restoran),”urainya. (yud/han)

GRESIK – Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibuang sembarangan di area pergudangan Desa Putat Lor, Kecamatan Menganti masih dalam proses penyelidikan dan periksa saksi – saksi.  Hampir satu bulan, perkembangan kasus pembuangan limbah B3 itu masih belum menunjukkan perkembangan. Sejumlah saksi yang dipanggil mengaku tidak tahu menahu dengan adanya limbah itu, mulai perangkat RT hingga kepala desa setempat. “Saat ini masih proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi – saksi,” ucap Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga, Minggu (15/11).

Tidak sampai disitu, polisi bahkan sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik lahan PT Hazzel Karya Makmur. Sudah lebih dari satu kali, polisi memanggil perusahaan yang beralamatkan di Surabaya itu. “Sampai saat ini belum memenuhi panggilan,” tambahnya.

Belum diketahui, seperti apa langkah yang akan dilakukan kepolisian untuk mengusut limbah bottom ash dan fly ash yang banyak ditemukan di dalam pergudangan itu. Jenis limbah yang ada di dalam area pergudangan itu ada dua. Limbah padat berupa pasir yang digunakan dalam produksi batu bara yang sudah dipastikan limbah B3 dan limbah cair.

-

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik juga sudah mengambil sampel limbah cair. Lima liter limbah itu juga telah diuji di laboratorium.

Kabid pengendalian dan pencemaran limbah DLH Gresik, Baktiar Gunawan mengaku sudah menyerahkan hasil laboratorium limbah cair itu. Pihaknya enggan menyebutkan apakah limbah cair itu merupakan limbah B3 atau tidak. “Hasilnya sudah kami koordinasikan dengan polres. Kita tunggu dari penyelidikan polres dan untuk proses hukumnya saya pasrahkan ke polisi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Ipda Daniel Napitupulu mengatakan hasil dari uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik dari sampel limbah di lahan produktif milik warga sekitar gudang melebihi baku mutu.  “Hasilnya ada dua unsur komponen yang melebihi baku mutu dan termasuk limbah B3 dan terkait pemilik gudang setelah di cek dirumahnya pemilik gudang sudah pindah dan saat di cek di kantor PT Hazzel Karya Makmur di Dukuh Pakis, Kota Surabaya, kantor tersebut sudah berubah ahli fungsi jadi rumah makan (restoran),”urainya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/