25 C
Gresik
Monday, 28 November 2022

Soal Kasus Laka Kerja JIIPE, Polisi Masih Periksa Saksi

GRESIK – Kasus kecelakaan Kerja di kawasan Pelabuhan JIIPE masih belum ada titik terang. Sampai saat ini polisi masih memeriksa saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan terkait meninggalnya Abdur Rosyad, 41, warga asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah.

Diketahui lima orang saksi yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. Yakni tiga orang pekerja yang saat itu bersama korban, satu orang dari bagian Health safety security and environmental Pelabuhan JIIPE kemarin Kamis(10/8). Sedangkan satu orang lagi dari bagian crane alat berat diperiksa Jumat (12/8).

“Iya kami masih memeriksa satu orang saksi lagi,” ujar Kasatreskrim Iptu Wahyu Riski Syahputra.

Wahyu menjelaskan pihaknya melakukan pemanggilan paras saksi untuk dimintai keterangan dan juga menanyakan mengenai legalitas usaha dan kepatuhan terkait Keselamatan Keeha (K3). “Kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi – saksi,” jelasnya.

Sebelumnya Manager ComDev/CSR PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Pengelola JIIPE Mifti menuturkan intinya pihaknya turut belasungkawa terhadap keluarga korban atas kejadian meninggalnya korban saat bekerja.

“Saat kejadian pihak kami langsung membawa korban ke rumah sakit hingga mengantar rumah duka serta ikut menghadiri pemakaman, ” tuturnya.

Ditambahkan Mifti menjelaskan pihak Manajemen JIIPE juga bantu pihak keluarga korban hingga acara tahlilan pengajian di rumah korban dan memberikan santunan ke keluarga korban.

” Alhamdulillah dari pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan dan kita suport untuk kebutuhan tahlilan hingga 1000 harinya, ” jelasnya.

Mifti juga menambahkan pihak manajemen dan pihak keluarga menyampaikan tidak diperpanjang dan menerima kecelakaan ini.

“Atas kejadian ini pihak kami sudah melalakukan sesuai prosedur dan keluarga korban juga menerima, ” tambahnya.

Lebih lanjut Mifti juga mengungkapkan dari pihak kepolisian juga melakukan investigasi serta melakukan pengecekan kembali tadi, Kamis (10/8).

Baca Juga : Polres Gresik Periksa Empat Saksi Kecelakaan Kerja di JIIPE

Mifti juga menyampaikan terkait kejadianya saat kapal dari Jepang bermuatan tumpukan pelat besi milik PT Chiyoda Internasional Indonesia untuk pembangunan Semelter Freepot yang akan bersandar turunkan muatan di Pelabuhan JIIPE.

” Saat hendak bongkar muatan tiba – tiba besi muatan dari kapal merosot menimpa korban mengenai bagian dada korban.Pihak juga sudah buat laporan ke pihak Polres Gresik dan Disnaker. Korban merupakan kuli bongkar muat KBM. Pihak keluarga juga sudah tidak menuntut,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Kasus kecelakaan Kerja di kawasan Pelabuhan JIIPE masih belum ada titik terang. Sampai saat ini polisi masih memeriksa saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan terkait meninggalnya Abdur Rosyad, 41, warga asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah.

Diketahui lima orang saksi yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. Yakni tiga orang pekerja yang saat itu bersama korban, satu orang dari bagian Health safety security and environmental Pelabuhan JIIPE kemarin Kamis(10/8). Sedangkan satu orang lagi dari bagian crane alat berat diperiksa Jumat (12/8).

“Iya kami masih memeriksa satu orang saksi lagi,” ujar Kasatreskrim Iptu Wahyu Riski Syahputra.

-

Wahyu menjelaskan pihaknya melakukan pemanggilan paras saksi untuk dimintai keterangan dan juga menanyakan mengenai legalitas usaha dan kepatuhan terkait Keselamatan Keeha (K3). “Kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi – saksi,” jelasnya.

Sebelumnya Manager ComDev/CSR PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Pengelola JIIPE Mifti menuturkan intinya pihaknya turut belasungkawa terhadap keluarga korban atas kejadian meninggalnya korban saat bekerja.

“Saat kejadian pihak kami langsung membawa korban ke rumah sakit hingga mengantar rumah duka serta ikut menghadiri pemakaman, ” tuturnya.

Ditambahkan Mifti menjelaskan pihak Manajemen JIIPE juga bantu pihak keluarga korban hingga acara tahlilan pengajian di rumah korban dan memberikan santunan ke keluarga korban.

” Alhamdulillah dari pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan dan kita suport untuk kebutuhan tahlilan hingga 1000 harinya, ” jelasnya.

Mifti juga menambahkan pihak manajemen dan pihak keluarga menyampaikan tidak diperpanjang dan menerima kecelakaan ini.

“Atas kejadian ini pihak kami sudah melalakukan sesuai prosedur dan keluarga korban juga menerima, ” tambahnya.

Lebih lanjut Mifti juga mengungkapkan dari pihak kepolisian juga melakukan investigasi serta melakukan pengecekan kembali tadi, Kamis (10/8).

Baca Juga : Polres Gresik Periksa Empat Saksi Kecelakaan Kerja di JIIPE

Mifti juga menyampaikan terkait kejadianya saat kapal dari Jepang bermuatan tumpukan pelat besi milik PT Chiyoda Internasional Indonesia untuk pembangunan Semelter Freepot yang akan bersandar turunkan muatan di Pelabuhan JIIPE.

” Saat hendak bongkar muatan tiba – tiba besi muatan dari kapal merosot menimpa korban mengenai bagian dada korban.Pihak juga sudah buat laporan ke pihak Polres Gresik dan Disnaker. Korban merupakan kuli bongkar muat KBM. Pihak keluarga juga sudah tidak menuntut,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/