alexametrics
26 C
Gresik
Monday, 3 October 2022

Dua Sahabat Tewas Terjebak Pusaran Arus Laut di Bawean

GRESIK – Dua nelayan bernama Abdul Fayyad ,25, dan Asyari, 28, meninggal terseret arus gelombang laut saat mencari ikan di Perairan Laut Dusun Telukkemur, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak Pulau Bawean, Jumat (13/8). Keduanya merupakan warga Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Kapolsek Tambak Iptu Saifudin mengatakan kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (12/8) petang. “Korban Fayyad lebih dulu ditemukan sedangkan Asyari siang tadi, Sabtu (13/8) sekitar pukul 12.30 WIB ditemukan. Asyari tersangkut di dalam batu karang yang berjarak 15 meter dari lokasi kejadian,” kata Saifudin.

Dikatakannya, kronologisnya korban Fayyad bersama tiga rekannya Sahlul, Safir, dan Asyari menebar jaring ikan di lokasi kejadian sekitar pukul 15. 15 WIB, Jumat (14/8). Saat menebar jaring yang kedua kalinya, korban Fayyad ditegur rekannya agar tidak melewati area lubang dan arus laut. Korban Fayyad sudah terlanjur berjalan hingga terperosok dan jatuh terbawah arus. Mirisnya korban juga tidak lihai berenang. Korban Fayyat pun tenggelam terjebak arus laut. Safir berusaha berenang menyelamatkan korban, namun tidak berhasil lantaran tidak kuat berenang. Niat hati menolong korban, namun takdir berkata lain. Asyari justru ikut tenggelam dan meninggal. “Keduanya (Fayyad dan Asyari,red) sahabat dan sempat aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” kata Saifudin.

Sahlul langsung menuju ke pinggir bibir pantai untuk meminta pertolongan warga sekitar. Sahlul membawa perahu kecil atau dalam istilah Bawean disebut jukong kalotok menuju kedua korban tenggelam.

Sementara itu, Kepala Desa Kepuh Teluk Tamyis menuturkan saat kejadian air laut sedang surut. Mereka korban sedang menjaring ikan ke tengah laut. Saat itu air laut hanya ukuran perut seseorang.

“Mungkin tidak tau kalau ada arus dan daerah yang rawan arus, akhirnya tenggelam. Ke depannya kami akan memasang pertanda di kawasan rawan arus laut Desa Kepuh Teluk,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Dua nelayan bernama Abdul Fayyad ,25, dan Asyari, 28, meninggal terseret arus gelombang laut saat mencari ikan di Perairan Laut Dusun Telukkemur, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak Pulau Bawean, Jumat (13/8). Keduanya merupakan warga Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Kapolsek Tambak Iptu Saifudin mengatakan kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (12/8) petang. “Korban Fayyad lebih dulu ditemukan sedangkan Asyari siang tadi, Sabtu (13/8) sekitar pukul 12.30 WIB ditemukan. Asyari tersangkut di dalam batu karang yang berjarak 15 meter dari lokasi kejadian,” kata Saifudin.

Dikatakannya, kronologisnya korban Fayyad bersama tiga rekannya Sahlul, Safir, dan Asyari menebar jaring ikan di lokasi kejadian sekitar pukul 15. 15 WIB, Jumat (14/8). Saat menebar jaring yang kedua kalinya, korban Fayyad ditegur rekannya agar tidak melewati area lubang dan arus laut. Korban Fayyad sudah terlanjur berjalan hingga terperosok dan jatuh terbawah arus. Mirisnya korban juga tidak lihai berenang. Korban Fayyat pun tenggelam terjebak arus laut. Safir berusaha berenang menyelamatkan korban, namun tidak berhasil lantaran tidak kuat berenang. Niat hati menolong korban, namun takdir berkata lain. Asyari justru ikut tenggelam dan meninggal. “Keduanya (Fayyad dan Asyari,red) sahabat dan sempat aktif di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,” kata Saifudin.

-

Sahlul langsung menuju ke pinggir bibir pantai untuk meminta pertolongan warga sekitar. Sahlul membawa perahu kecil atau dalam istilah Bawean disebut jukong kalotok menuju kedua korban tenggelam.

Sementara itu, Kepala Desa Kepuh Teluk Tamyis menuturkan saat kejadian air laut sedang surut. Mereka korban sedang menjaring ikan ke tengah laut. Saat itu air laut hanya ukuran perut seseorang.

“Mungkin tidak tau kalau ada arus dan daerah yang rawan arus, akhirnya tenggelam. Ke depannya kami akan memasang pertanda di kawasan rawan arus laut Desa Kepuh Teluk,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/