alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Kasus Kebakaran PT CAS Ditangani Disnaker Provinsi

GRESIK – Ledakan tangki metanol yang berada didalam area Kawasan Industri Wilmar Nabati milik PT Citra Adi Sarana (CAS) di Jalan Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur. Hingga kini, mereka belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Ninik Asruchin mengatakan hingga saat ini masih ditangani Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. “Belum ada kabar, itu domain (Disnakertrans) provinsi karena pengawasan disana,” ujarnya, Jumat (11/6).

Ninik menambahkan pihaknya masih menunggu laporan dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur terkait perkembangan terbaru kecelakaan kerja tersebut.

“Saya belum dapat dari sana (Disnaketrans Jawa Timur) kami tidak tahu juga perkembangan, saya hanya tahu yang meninggal lima yang masih terluka dua,” tambahnya.

Saat ini polisi masih memeriksa enam orang saksi. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan keenam saksi yang dipanggil terdiri dari pekerja yang berada di lokasi kejadian. Termasuk, mandor lapangan dari PT. CAS Indonesia.

“Masih kami selidiki, terutama terkait seputar teknis pekerjaannya dan SOP keselamatan kerja,” pungkasnya.

Di bagian lain, salah satu keluarga korban mengaku sudah menerima santunan dan bantuan uang pemakaman dari perusahaan subcontraktor di tempatnya bekerja di tangki metanol PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia. Mereka juga diberi tanda bela sungkawa dari rekan-rekan karyawan tempatnya bekerja.

Seperti disampaikan salah satu keluarga korban Riski Permana Putra, 22, adik dari korban tewas Muhammad Andik, 33, asal  Jalan Awikoen tirta no 20A RT 005/RW 002 Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas. Menurutnya, pihak perusahaan PT CAS sudah datang ke rumah duka dan memberikan hak korban.

“Tanggung jawab dari PT CAS sudah klir mas. Dari uang pemakaman dan uang santunan itu sudah semua,” ujarnya, Jumat (11/6).

Riski mengungkapkan sejak awal pihak perusahaan sudah beritikad untuk bertanggung jawab dengan datang ke rumah duka di hari pertama kejadian.

“Kalau santunan dari PT CAS nya cuma Rp. 30 juta, kalau dari karyawannya tidak tahu jumlahnya dan selain memeroleh santunan dari perusahaan, korban juga mendapat bela sungkawa dari karyawan lain, ” jelasnya.  (yud/rof)


GRESIK – Ledakan tangki metanol yang berada didalam area Kawasan Industri Wilmar Nabati milik PT Citra Adi Sarana (CAS) di Jalan Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur. Hingga kini, mereka belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Ninik Asruchin mengatakan hingga saat ini masih ditangani Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. “Belum ada kabar, itu domain (Disnakertrans) provinsi karena pengawasan disana,” ujarnya, Jumat (11/6).

Ninik menambahkan pihaknya masih menunggu laporan dari Disnakertrans Provinsi Jawa Timur terkait perkembangan terbaru kecelakaan kerja tersebut.

“Saya belum dapat dari sana (Disnaketrans Jawa Timur) kami tidak tahu juga perkembangan, saya hanya tahu yang meninggal lima yang masih terluka dua,” tambahnya.

-

Saat ini polisi masih memeriksa enam orang saksi. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan keenam saksi yang dipanggil terdiri dari pekerja yang berada di lokasi kejadian. Termasuk, mandor lapangan dari PT. CAS Indonesia.

“Masih kami selidiki, terutama terkait seputar teknis pekerjaannya dan SOP keselamatan kerja,” pungkasnya.

Di bagian lain, salah satu keluarga korban mengaku sudah menerima santunan dan bantuan uang pemakaman dari perusahaan subcontraktor di tempatnya bekerja di tangki metanol PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia. Mereka juga diberi tanda bela sungkawa dari rekan-rekan karyawan tempatnya bekerja.

Seperti disampaikan salah satu keluarga korban Riski Permana Putra, 22, adik dari korban tewas Muhammad Andik, 33, asal  Jalan Awikoen tirta no 20A RT 005/RW 002 Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas. Menurutnya, pihak perusahaan PT CAS sudah datang ke rumah duka dan memberikan hak korban.

“Tanggung jawab dari PT CAS sudah klir mas. Dari uang pemakaman dan uang santunan itu sudah semua,” ujarnya, Jumat (11/6).

Riski mengungkapkan sejak awal pihak perusahaan sudah beritikad untuk bertanggung jawab dengan datang ke rumah duka di hari pertama kejadian.

“Kalau santunan dari PT CAS nya cuma Rp. 30 juta, kalau dari karyawannya tidak tahu jumlahnya dan selain memeroleh santunan dari perusahaan, korban juga mendapat bela sungkawa dari karyawan lain, ” jelasnya.  (yud/rof)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru