alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Tunggu Hasil Labfor, Polres Periksa Enam Saksi Kasus Ledakan

GRESIK – Peristiwa ledakan tabung metanol PT. Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia yang menewaskan 5 pekerja dan dua luka berat di duga saat pengerjaaan pengecekan instrumen level sensor di atas tangki metanol masih terus didalami jajaran Polres Gresik. Saat ini, Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa enam orang saksi. Di sisi lain, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium forensik (labfor) dari Polda Jawa Timur.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan keterangan dari enam saksi tersebut masih belum cukup untuk menyimpulkan penyebab ledakan. “Kami menunggu hasil uji labfor, beberapa bukti sampling sudah dibawa untuk diperiksa,” ungkapnya.

Diketahui mulai dari perangkat peralatan yang digunakan, puing ledakan dan beberapa sampling pendukung. Lebih lanjut keenam saksi yang dipanggil terdiri dari pekerja yang berada di lokasi kejadian. Termasuk, mandor lapangan dari PT CAS. “Seputar teknis pekerjaannya dan SOP keselamatan kerja,” ujarnya.

SEPI : Kondisi kantor PT Citra Adi Sarana (CAS) yang berada di jalan Rubi III/40 Pondok Permata Suci, Desa Suci Kecamatan Manyar terlihat sepi. (Yudhi/Radar Gresik )

Lebih lanjut saat itu para pekerja juga melakukan proses pengelasan material. Diduga ledakan dipicu dari aktivitas tersebut. “Namun belum bisa dipastikan, apakah ada kelalaian atau kesalahan prosedur. Masih terus kami selidiki,” ungkapnya.

Sementara itu di sisi yang lain terlihat kondisi kantor manajemen PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia bergerak di bidang sub kontraktor perwakilan Gresik terlihat sepi. Tidak ada aktivitas kantor yang beralamat di jalan Rubi III/40 Pondok Permata Suci, Desa Suci Kecamatan Manyar.

Karyawan cleaning service PT CAS Umarudin ,70, mengatakan kantor sepi tidak ada orang. “Memang biasa sepi, hanya untuk administrasi dan keuangan saja. Semua pekerja di lapangan,” ujarnya, Kamis (10/6). ¬†Perusahaan konstruksi tersebut terpusat di Cilegon, Provinsi Banten. “Disini hanya kantor perwakilan saja, bos-bosnya juga sedang diluar kota semua,” pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – Peristiwa ledakan tabung metanol PT. Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia yang menewaskan 5 pekerja dan dua luka berat di duga saat pengerjaaan pengecekan instrumen level sensor di atas tangki metanol masih terus didalami jajaran Polres Gresik. Saat ini, Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa enam orang saksi. Di sisi lain, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium forensik (labfor) dari Polda Jawa Timur.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan keterangan dari enam saksi tersebut masih belum cukup untuk menyimpulkan penyebab ledakan. “Kami menunggu hasil uji labfor, beberapa bukti sampling sudah dibawa untuk diperiksa,” ungkapnya.

Diketahui mulai dari perangkat peralatan yang digunakan, puing ledakan dan beberapa sampling pendukung. Lebih lanjut keenam saksi yang dipanggil terdiri dari pekerja yang berada di lokasi kejadian. Termasuk, mandor lapangan dari PT CAS. “Seputar teknis pekerjaannya dan SOP keselamatan kerja,” ujarnya.

SEPI : Kondisi kantor PT Citra Adi Sarana (CAS) yang berada di jalan Rubi III/40 Pondok Permata Suci, Desa Suci Kecamatan Manyar terlihat sepi. (Yudhi/Radar Gresik )
-

Lebih lanjut saat itu para pekerja juga melakukan proses pengelasan material. Diduga ledakan dipicu dari aktivitas tersebut. “Namun belum bisa dipastikan, apakah ada kelalaian atau kesalahan prosedur. Masih terus kami selidiki,” ungkapnya.

Sementara itu di sisi yang lain terlihat kondisi kantor manajemen PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia bergerak di bidang sub kontraktor perwakilan Gresik terlihat sepi. Tidak ada aktivitas kantor yang beralamat di jalan Rubi III/40 Pondok Permata Suci, Desa Suci Kecamatan Manyar.

Karyawan cleaning service PT CAS Umarudin ,70, mengatakan kantor sepi tidak ada orang. “Memang biasa sepi, hanya untuk administrasi dan keuangan saja. Semua pekerja di lapangan,” ujarnya, Kamis (10/6). ¬†Perusahaan konstruksi tersebut terpusat di Cilegon, Provinsi Banten. “Disini hanya kantor perwakilan saja, bos-bosnya juga sedang diluar kota semua,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/