alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Ribuan Buruh New Era Geruduk Kantor Bupati

GRESIK – Sedikitnya 1.200 buruh pabrik sepatu New Era kembali melakukan aksi turun jalan. Seperti dua kali aksi sebelumnya, mereka membawa tuntunan yang sama yakni menuntut gaji selama 4 bulan dan Tunjangan Hari Raya (THR) agar dibayarkan oleh manajemen.

BERBEDA dengan aksi sebelumnya, pada unjuk rasa kali ini mereka memblokade kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo hingga menjelang petang. Masa bahkan mengancam akan merangsek ke dalam kantor bupati jika tuntutannya tidak dipenuhi. Hal ini membuat arus lalu lintas di depan kantor bupati macet total sepanjang 2 kilometer.

Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK)  PT Newera Rubberindo, Ahmad Agus Majidi mengatakan, pihaknya mendatangi kantor bupati lantaran beberapa kali mediasi yang dilakukan dengan manajemen tidak menemui kata sepakat.

“Tuntutan kami masih sama. Bayar upah yang sudah disepakati bersama antara manajemen dengan serikat pekerja sekaligus tunjangan hari raya (THR) 2021,”tegas Agus.

Dikatakan, PT New Era menunggak membayar gaji karyawan sebesar Rp 4,2 juta sejak awal 2021. Kemudian sejak 8 Mei status mereka menjadi tidak jelas, tidak kunjung bekerja.

“Bahkan THR tahun 2020 juga ada yang belum dibayar. Mereka (New Era) hingga kini masih mengangsur,” ungkapnya.

Akibat dari aksi tersebut ruas jalan Gresik – Surabaya terjadi kepadatan lalu lintas. “Perusahaan sebenarnya ingin memberikan THR dengan nilai per orang lima ratus rupiah, langsung kita tolak karena tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, massa masih melakukan mediasi di dalam kantor bupati Gresik dengan manajemen PT New Era. (fir/rof)

GRESIK – Sedikitnya 1.200 buruh pabrik sepatu New Era kembali melakukan aksi turun jalan. Seperti dua kali aksi sebelumnya, mereka membawa tuntunan yang sama yakni menuntut gaji selama 4 bulan dan Tunjangan Hari Raya (THR) agar dibayarkan oleh manajemen.

BERBEDA dengan aksi sebelumnya, pada unjuk rasa kali ini mereka memblokade kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo hingga menjelang petang. Masa bahkan mengancam akan merangsek ke dalam kantor bupati jika tuntutannya tidak dipenuhi. Hal ini membuat arus lalu lintas di depan kantor bupati macet total sepanjang 2 kilometer.

Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK)  PT Newera Rubberindo, Ahmad Agus Majidi mengatakan, pihaknya mendatangi kantor bupati lantaran beberapa kali mediasi yang dilakukan dengan manajemen tidak menemui kata sepakat.

-

“Tuntutan kami masih sama. Bayar upah yang sudah disepakati bersama antara manajemen dengan serikat pekerja sekaligus tunjangan hari raya (THR) 2021,”tegas Agus.

Dikatakan, PT New Era menunggak membayar gaji karyawan sebesar Rp 4,2 juta sejak awal 2021. Kemudian sejak 8 Mei status mereka menjadi tidak jelas, tidak kunjung bekerja.

“Bahkan THR tahun 2020 juga ada yang belum dibayar. Mereka (New Era) hingga kini masih mengangsur,” ungkapnya.

Akibat dari aksi tersebut ruas jalan Gresik – Surabaya terjadi kepadatan lalu lintas. “Perusahaan sebenarnya ingin memberikan THR dengan nilai per orang lima ratus rupiah, langsung kita tolak karena tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, massa masih melakukan mediasi di dalam kantor bupati Gresik dengan manajemen PT New Era. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/