alexametrics
28 C
Gresik
Saturday, 12 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jadi Korban Penipuan, Sertifikat Tanah Lansia Dijual Tanpa Izin

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Pasangan suami-istri (pasutri) lanjut usia (Lansia) Ripan ,80, dan Munawaroh ,63, warga Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, tidak pernah menyangka jika kepolosan mereka bakal berujung pada hal yang mengancam tempat tinggalnya.

Diketahui Ripan dan Munawaroh yang hidup dalam keseharian sangat sederhana, sempat berkenalan dengan seseorang berinisial M beberapa waktu lalu. Ketika itu, Munawaroh sempat terkesan dengan M karena menolong anaknya mendapat pekerjaan.

Waktu berjalan, M kemudian mendatangi rumah pasutri lansia tersebut dengan maksud meminjam sertifikat rumah mereka, dikarenakan usaha yang dijalankan M tengah terlilit masalah finansial dan tanpa curiga, pasutri tersebut meminjamkan sertifikat rumah mereka kepada M, lantaran M dianggap telah berjasa menolong anak mereka mendapatkan pekerjaan. “Saat itu, dia (M) sempat memberikan uang Rp2 juta, dan beras sekitar 25 kilogram, karena sudah kami pinjami sertifikat,” ujar Munawaroh dengan aksen Jawa saat mengadu di Polres Gresik.

Pasutri ini mengaku, mengetahui bila sertifikat rumah mereka seluas 151 meter persegi tersebut digadaikan M. Pasalnya, M mengutarakan hal tersebut kepada Ripan dan Munawaroh dengan sejumlah uang dan beras yang diberikan.

Setelah pinjaman pertama dilunasi, M kembali menemui pasutri lansia tersebut. Bukan berniat mengembalikan sertifikat yang dipinjam, namun ingin kembali meminjamnya untuk digadaikan lagi. Dengan niat kedua ini pun dikabulkan Ripan dan Munawaroh.

“Lama tidak ada kabar, belum lama ini tiba-tiba ada orang datang ke rumah untuk menagih utang M. Mereka bilang, sengaja datang karena sesuai sertifikat yang menjadi jaminan,” ucap dia.

Tidak berselang lama, lanjut Munawaroh, kemudian datang orang yang berbeda dengan mengaku sebagai pemilik baru atas rumah rumah milik pasutri lansia tersebut. Karena M, dikatakan telah menjual kepada dirinya.  “Tapi saya tidak merasa pernah menjual kepada siapapun. Kemarin hanya bilang pinjam (M), tapi malah seperti ini,” kata Munawaroh.

Atas permasalahan yang dihadapi, pasutri lansia ini kemudian mendatangi Mapolres Gresik. Mereka berdua datang dengan didampingi seseorang bernama Evawani Emilia, yang mengaku tidak tega melihat peristiwa musibah yang sedang menimpa Ripan dan Munawaroh. “Sudah diberi arahan polisi, diminta menanyakan dulu ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Gresik, terkait keabsahan sertifikat,” tutur Evawani.

Pihak kepolisian juga masih belum berkenan memberikan laporan lebih rinci terkait apa yang sedang dialami oleh Ripan dan Munawaroh, sebab masih berupa aduan dan belum bentuk laporan. Meski demikian, mereka menyatakan siap membantu.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Pasangan suami-istri (pasutri) lanjut usia (Lansia) Ripan ,80, dan Munawaroh ,63, warga Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, tidak pernah menyangka jika kepolosan mereka bakal berujung pada hal yang mengancam tempat tinggalnya.

Diketahui Ripan dan Munawaroh yang hidup dalam keseharian sangat sederhana, sempat berkenalan dengan seseorang berinisial M beberapa waktu lalu. Ketika itu, Munawaroh sempat terkesan dengan M karena menolong anaknya mendapat pekerjaan.

Waktu berjalan, M kemudian mendatangi rumah pasutri lansia tersebut dengan maksud meminjam sertifikat rumah mereka, dikarenakan usaha yang dijalankan M tengah terlilit masalah finansial dan tanpa curiga, pasutri tersebut meminjamkan sertifikat rumah mereka kepada M, lantaran M dianggap telah berjasa menolong anak mereka mendapatkan pekerjaan. “Saat itu, dia (M) sempat memberikan uang Rp2 juta, dan beras sekitar 25 kilogram, karena sudah kami pinjami sertifikat,” ujar Munawaroh dengan aksen Jawa saat mengadu di Polres Gresik.

Mobile_AP_Half Page

Pasutri ini mengaku, mengetahui bila sertifikat rumah mereka seluas 151 meter persegi tersebut digadaikan M. Pasalnya, M mengutarakan hal tersebut kepada Ripan dan Munawaroh dengan sejumlah uang dan beras yang diberikan.

Setelah pinjaman pertama dilunasi, M kembali menemui pasutri lansia tersebut. Bukan berniat mengembalikan sertifikat yang dipinjam, namun ingin kembali meminjamnya untuk digadaikan lagi. Dengan niat kedua ini pun dikabulkan Ripan dan Munawaroh.

“Lama tidak ada kabar, belum lama ini tiba-tiba ada orang datang ke rumah untuk menagih utang M. Mereka bilang, sengaja datang karena sesuai sertifikat yang menjadi jaminan,” ucap dia.

Tidak berselang lama, lanjut Munawaroh, kemudian datang orang yang berbeda dengan mengaku sebagai pemilik baru atas rumah rumah milik pasutri lansia tersebut. Karena M, dikatakan telah menjual kepada dirinya.  “Tapi saya tidak merasa pernah menjual kepada siapapun. Kemarin hanya bilang pinjam (M), tapi malah seperti ini,” kata Munawaroh.

Atas permasalahan yang dihadapi, pasutri lansia ini kemudian mendatangi Mapolres Gresik. Mereka berdua datang dengan didampingi seseorang bernama Evawani Emilia, yang mengaku tidak tega melihat peristiwa musibah yang sedang menimpa Ripan dan Munawaroh. “Sudah diberi arahan polisi, diminta menanyakan dulu ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Gresik, terkait keabsahan sertifikat,” tutur Evawani.

Pihak kepolisian juga masih belum berkenan memberikan laporan lebih rinci terkait apa yang sedang dialami oleh Ripan dan Munawaroh, sebab masih berupa aduan dan belum bentuk laporan. Meski demikian, mereka menyatakan siap membantu.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru