alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 29 May 2022

Di PHK, Warga Duduksampeyan Gantung Diri

GRESIK – MD, 52, warga Kecamatan Duduksampeyan Gresik ditemukan tewas gantung diri, di rumahnya Senin (8/3) sore. Diduga korban depresi setelah kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya.

Korban ditemukan kali pertama oleh keponakannya, Ridwan, 36, warga Kecamatan Duduksampeyan. Korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di dapur. Kapolsek Duduksampeyan AKP Nur Sugeng Ari Putra saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Saat ditemukan, kondisinya sudah tidak bernyawa sekitar pukul 13.30.

“Iya, saat ditemukan sudah meninggal,” ujarnya, Selasa (9/3).

Sugeng mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan beberapa saksi, korban diduga depresi setelah di PHK dari tempat kerjanya sekitar satu tahun yang lalu.

Lebih lanjut Sugeng juga mengatakan setelah kena PHK korban sering terlihat bingung dan linglung. Korban juga mengaku setiap hari susah tidur.

” Diduga Korban mengalami sakit jiwa. Atas kejadian ini, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Jasad korban kemudian dikebumikan di pemakaman desa setempat,”pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – MD, 52, warga Kecamatan Duduksampeyan Gresik ditemukan tewas gantung diri, di rumahnya Senin (8/3) sore. Diduga korban depresi setelah kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya.

Korban ditemukan kali pertama oleh keponakannya, Ridwan, 36, warga Kecamatan Duduksampeyan. Korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di dapur. Kapolsek Duduksampeyan AKP Nur Sugeng Ari Putra saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Saat ditemukan, kondisinya sudah tidak bernyawa sekitar pukul 13.30.

“Iya, saat ditemukan sudah meninggal,” ujarnya, Selasa (9/3).

-

Sugeng mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan beberapa saksi, korban diduga depresi setelah di PHK dari tempat kerjanya sekitar satu tahun yang lalu.

Lebih lanjut Sugeng juga mengatakan setelah kena PHK korban sering terlihat bingung dan linglung. Korban juga mengaku setiap hari susah tidur.

” Diduga Korban mengalami sakit jiwa. Atas kejadian ini, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Jasad korban kemudian dikebumikan di pemakaman desa setempat,”pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/