alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Dipanggil Kejari, Camat Duduksampeyan Kembali Mangkir

GRESIK – Lagi, Camat Duduksampeyan Suropadi mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Gresik (Kejari). Padahal, Kejari Gresik sudah menyiapkan saksi dari tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terkait pemeriksaan dugaan adanya korupsi penyalahgunaan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) mulai 2017, 2018 hingga 2019.

 

Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiyansyah didampingi Kasipidsus Dymas Adji Wibowo menuturkan pemanggilan sebagai saksi dilayangkan kejari untuk yang ke empat kalinya. “Kami masih menunggu dan berharap Suropadi yang menjabat sebagai Camat Duduksampean untuk kooperatif. Pemanggilan kami pukul 10.00 hari ini, namun belum juga datang. Kami tunggu sampai habis jam kerja,” ujarnya, Rabu (10/2).

 

Pemanggilan sebagai saksi kali ini adalah untuk meminta keterangan karena  pihaknya telah menerima hasil audit dari Inspektorat Pemda Gresik. “Dari hasil audit sementara dari Inspektorat ada dugaan kerugian negara kurang lebih Rp 1 miliar. Untuk itu kami harap yang bersangkutan mengikuti proses yang ada,” ungkapnya.

Hasil audit yang Terima dari Inspektorat Pemda Gresik adanya dugaan penyalahgunaan dalam pengelolahan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan. “Camat (Suropadi) sudah dua kali mintai keterangan saat penyelidikan. Satu kali saat statusnya naik menjadi Dik (penyidikan,red),” jelasnya. Dengan demikian, pihaknya berusaha berkoordinasi dengan yang bersangkutan alasan ketidakhadirannya.

Di sisi lain Kadinkes dr Gozali  mengaku, timnya hanya dipanggil kejaksaannya. “Belum ada data info camat duduk terkait kesehatannya, saya tidak tahu karena hanya di panggil pihak kejari Gresik, ” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Kejari Gresik melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan tahun anggaran 2017-2019, dengan mengecek fisik bangunan yang menggunakan dana dari APBD Gresik.

Tim Pidsus Kejari Gresik melakukan pengecekan kegunaan anggaran yang dibantu pihak Inspektorat Pemda Gresik sebagai ahli dibidang penghitungan kerugian negara, dan juga dari Cipta Karya Dinas PU PR Kabupaten Gresik untuk pengecekan fisik bangunan.(yud/han)

GRESIK – Lagi, Camat Duduksampeyan Suropadi mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Gresik (Kejari). Padahal, Kejari Gresik sudah menyiapkan saksi dari tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik terkait pemeriksaan dugaan adanya korupsi penyalahgunaan anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) mulai 2017, 2018 hingga 2019.

 

Kasi Intel Kejari Gresik Dimaz Atmadi Brata Anandiyansyah didampingi Kasipidsus Dymas Adji Wibowo menuturkan pemanggilan sebagai saksi dilayangkan kejari untuk yang ke empat kalinya. “Kami masih menunggu dan berharap Suropadi yang menjabat sebagai Camat Duduksampean untuk kooperatif. Pemanggilan kami pukul 10.00 hari ini, namun belum juga datang. Kami tunggu sampai habis jam kerja,” ujarnya, Rabu (10/2).

-

 

Pemanggilan sebagai saksi kali ini adalah untuk meminta keterangan karena  pihaknya telah menerima hasil audit dari Inspektorat Pemda Gresik. “Dari hasil audit sementara dari Inspektorat ada dugaan kerugian negara kurang lebih Rp 1 miliar. Untuk itu kami harap yang bersangkutan mengikuti proses yang ada,” ungkapnya.

Hasil audit yang Terima dari Inspektorat Pemda Gresik adanya dugaan penyalahgunaan dalam pengelolahan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan. “Camat (Suropadi) sudah dua kali mintai keterangan saat penyelidikan. Satu kali saat statusnya naik menjadi Dik (penyidikan,red),” jelasnya. Dengan demikian, pihaknya berusaha berkoordinasi dengan yang bersangkutan alasan ketidakhadirannya.

Di sisi lain Kadinkes dr Gozali  mengaku, timnya hanya dipanggil kejaksaannya. “Belum ada data info camat duduk terkait kesehatannya, saya tidak tahu karena hanya di panggil pihak kejari Gresik, ” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Kejari Gresik melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan tahun anggaran 2017-2019, dengan mengecek fisik bangunan yang menggunakan dana dari APBD Gresik.

Tim Pidsus Kejari Gresik melakukan pengecekan kegunaan anggaran yang dibantu pihak Inspektorat Pemda Gresik sebagai ahli dibidang penghitungan kerugian negara, dan juga dari Cipta Karya Dinas PU PR Kabupaten Gresik untuk pengecekan fisik bangunan.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/