alexametrics
30 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Galian C Ilegal di Banyutengah Kini Aktif Lagi Keruk Tanah Negara

GRESIK – Meski Polres Gresik sudah berkali-kali menghentikan aktivitas tambang ilegal galian C di tanah milik negara, namun penambang ilegal masih saja meneruskan proses pengerukan tanah saat proses pengawasan lengah.  Dari informasi yang dihimpun aktivitas galian C pengerukan galian C ilegal kembali terjadi di Desa Banyutenagah, Kecamatan Panceng. Padahal, beberapa waktu lalu sempat terhenti.

Salah seorang petani warga Desa Banyutengah Moch mengatakan akibat pengerukan galian C mengakibatkan akses jalan menuju ke ladangnya terputus akibat proses pengerukan galian C yang diduga tak berizin dan dilakukan di tanah negara yang di ekploitasi secara besar – besaran. “Yang digali tanah negara (TN). Bahkan, proses pengerukan galian itu membuat akses menuju kebun warga tertutup,” kata Moch.

Dikatakan, warga pun harus mencari jalan alternatif  karena  area galian ditutup untuk proses pengerukan tanah. Tanah negara yang dalam proses galian itu berada di lima desa Kecamatan Panceng. Rinciannya, empat titik di Desa, Desa campurejo, Pantenan, Ketanen dan Telogo Sadang

Warga Kecamatan Panceng juga sudah pernah melaporkan aktivitas galian C ke Polres, kecamatan dan desa. Beberapa kali ditindak, namun aksi pengerukan kembali dilakukan saat pengawasan lengah.

GRESIK – Meski Polres Gresik sudah berkali-kali menghentikan aktivitas tambang ilegal galian C di tanah milik negara, namun penambang ilegal masih saja meneruskan proses pengerukan tanah saat proses pengawasan lengah.  Dari informasi yang dihimpun aktivitas galian C pengerukan galian C ilegal kembali terjadi di Desa Banyutenagah, Kecamatan Panceng. Padahal, beberapa waktu lalu sempat terhenti.

Salah seorang petani warga Desa Banyutengah Moch mengatakan akibat pengerukan galian C mengakibatkan akses jalan menuju ke ladangnya terputus akibat proses pengerukan galian C yang diduga tak berizin dan dilakukan di tanah negara yang di ekploitasi secara besar – besaran. “Yang digali tanah negara (TN). Bahkan, proses pengerukan galian itu membuat akses menuju kebun warga tertutup,” kata Moch.

Dikatakan, warga pun harus mencari jalan alternatif  karena  area galian ditutup untuk proses pengerukan tanah. Tanah negara yang dalam proses galian itu berada di lima desa Kecamatan Panceng. Rinciannya, empat titik di Desa, Desa campurejo, Pantenan, Ketanen dan Telogo Sadang

-

Warga Kecamatan Panceng juga sudah pernah melaporkan aktivitas galian C ke Polres, kecamatan dan desa. Beberapa kali ditindak, namun aksi pengerukan kembali dilakukan saat pengawasan lengah.

Most Read

Berita Terbaru

/