alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

Terungkap, Tersangka Pembunuhan Mengaku Sakit Hati Pacarnya Diganggu

GRESIK – Kasus pembunuhan di Bukit Jamur akhirnya berhasil diungkap polisi. Ternyata penyebabnya lantaran korban AAH,13, pelajar kelas 2 SMP asal Kecamatan Bungah mengganggu teman wanita tersangka MSK, 15 dan sering mengolok-olok orang tua tersangka SNI,16.

Hal ini seperti yang disampaikan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Pihaknya mengungkapkan motif pertama karena korban mengganggu teman wanita dari tersangka MSK. Sebelum kejadian, tersangka sempat mengirimi pesan ke korban agar meninggalkan teman wanitanya.

“Sedangkan untuk SNI, karena korban sering mengolok – olek orang tuanya,” ujar kapolres.

Kedua tersangka akhirnya sepakat untuk melakukan aksi pembunuhan. Mereka telah merencakan aksi tersebut dengan matang. “Awalnya kedua tersangka janjian dengan korban untuk bertemu di tempat kejadian. Saat bertemu, kedua tersangka langsung mengikat korban dengan tali yang telah disiapkan. Setelah terikat, tersangka MSK kemudian memukul korban dibagian leher dan menceburkannya di kubangan air,” kata dia.

Alumnus Akpol 2000 itu menambahkan, sewaktu diceburkan ke kubangan, korban masih bernafas tersengal-sengal. Mengetahui hal itu, kedua pelaku kemudian menenggelamkan korban hingga tewas.  “Dari hasil otopsi di rongga paru korban ada cairan sisa lumpur,” imbuhnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku SNI di rumahnya. Dari pemeriksaan terhadap SNI, diketahui pelaku MSK melarikan diri ke Pasuruan. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap MSK.

“Kedua pelaku sudah diamankan. Karena masih di bawah umur keduanya diproses sesuai peradilan anak. Pelaku juga dijerat pasal 76 dan pasal 80 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara, kuasa hukum pelaku Sulthon menyatakan kedua kiennya itu memiliki masalah pribadi dengan korban. “Motifnya sakit hati karena pacarnya diganggu serta mengolok-olok orang tua pelaku,” ujarnya.

Berbekal alasan tersebut lanjut dia, keduanya merencanakan untuk memberi pelajaran kepada korban. Dengan mengajak korban ke Bukit Jamur, lalu menghajar korban menggunakan balok kayu lalu menceburkan ke kubangan bekas galian di area bukit Jamur, Desa Bungah, Kecamatan Bungah hingga tewas. (yud/rof)

GRESIK – Kasus pembunuhan di Bukit Jamur akhirnya berhasil diungkap polisi. Ternyata penyebabnya lantaran korban AAH,13, pelajar kelas 2 SMP asal Kecamatan Bungah mengganggu teman wanita tersangka MSK, 15 dan sering mengolok-olok orang tua tersangka SNI,16.

Hal ini seperti yang disampaikan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Pihaknya mengungkapkan motif pertama karena korban mengganggu teman wanita dari tersangka MSK. Sebelum kejadian, tersangka sempat mengirimi pesan ke korban agar meninggalkan teman wanitanya.

“Sedangkan untuk SNI, karena korban sering mengolok – olek orang tuanya,” ujar kapolres.

-

Kedua tersangka akhirnya sepakat untuk melakukan aksi pembunuhan. Mereka telah merencakan aksi tersebut dengan matang. “Awalnya kedua tersangka janjian dengan korban untuk bertemu di tempat kejadian. Saat bertemu, kedua tersangka langsung mengikat korban dengan tali yang telah disiapkan. Setelah terikat, tersangka MSK kemudian memukul korban dibagian leher dan menceburkannya di kubangan air,” kata dia.

Alumnus Akpol 2000 itu menambahkan, sewaktu diceburkan ke kubangan, korban masih bernafas tersengal-sengal. Mengetahui hal itu, kedua pelaku kemudian menenggelamkan korban hingga tewas.  “Dari hasil otopsi di rongga paru korban ada cairan sisa lumpur,” imbuhnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku SNI di rumahnya. Dari pemeriksaan terhadap SNI, diketahui pelaku MSK melarikan diri ke Pasuruan. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap MSK.

“Kedua pelaku sudah diamankan. Karena masih di bawah umur keduanya diproses sesuai peradilan anak. Pelaku juga dijerat pasal 76 dan pasal 80 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara, kuasa hukum pelaku Sulthon menyatakan kedua kiennya itu memiliki masalah pribadi dengan korban. “Motifnya sakit hati karena pacarnya diganggu serta mengolok-olok orang tua pelaku,” ujarnya.

Berbekal alasan tersebut lanjut dia, keduanya merencanakan untuk memberi pelajaran kepada korban. Dengan mengajak korban ke Bukit Jamur, lalu menghajar korban menggunakan balok kayu lalu menceburkan ke kubangan bekas galian di area bukit Jamur, Desa Bungah, Kecamatan Bungah hingga tewas. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/