alexametrics
23 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Penipu Arisan Online Dituntut Dua Tahun

GRESIK – Terdakwa Viva Kumala Indah Dewa Siti Purwahyuni, 32, warga Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo XVI/60 RT 003 RW 003, Desa Randuagung hanya bisa tertunduk lesu mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pelaku penipuan arisan online ini dituntut dua tahun penjara.

Terdakwa  terbukti melakukan dan menjalankan penipuan dengan modus arisan online lewat Whatsapp grup bernama Arisan Bunfa di rumah kontrakan nya Perumahan Graha Bunder Asri (GBA),  dan merugikan ratusan membernya.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara Dua tahun, Enam bulan, dan sesuai Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 65 Ayat (1) (2) KUHP,” terang Jaksa Ferry Hary A saat membacakan tuntutan.

Pada amar tuntutan itu, terdakwa menjalankan aksinya melalui group WhatsApp, dan  telah meraup keuntungan dari ratusan member itu mencapai Rp 400 juta dari peran nya sebagai admin group yang membawahi  135 orang member.

Wanita dengan Empat anak itu diketahui telah menjalankan bisnis arisan online ini sejak November 2018 sampai – April 2019 lalu, yang akhirnya diamankan Polisi akibat adanya laporan 29 member yang merasa dirugikan.

Modus terdakwa dalam menjalankan aksinya ada beberapa tahapan, terdakwa menawarkan ke khalayak umum melalui Facebook untuk mengajak arisan online, kemudian tersangka dengan bujuk rayunya membuat para korban tertarik mengikuti arisan tersebut.

Setelah itu para korban mentransfer sejumlah uang sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh tersangka, dimana jika para korban mentransfer sebesar Rp 1 juta, maka para korban akan mendapatkan uang senilai Rp 1,3 juta dalam kurun waktu 15-20 hari.

Setelah terdakwa menerima uang hasil setoran arisan tersebut, oleh terdakwa diputar dan tidak diberikan kepada korban yang harusnya mendapatkan bagian hasil arisan tersebut.

Terdakwa mengatakan uang dari hasil kejahatanya di buat membeli tanah kavling, mobil Honda Jazz warna hitam, dua motor dan perabotan rumah tangga, yang dijadikan barang bukti dan disita oleh negara.

Usai mendengar tuntutan yang dibacakan pada sidang daring itu, terdakwa meminta keringanan pada Ketua Majelis Hakim Edy untuk diringankan, selain mengakui dan menyesali perbuatannya, terdakwa juga masih dibutuhkan ke-Empat anaknya.

“Saya terima pak Hakim, namun tolong diringankan ksrena saya masih dibutuhkan Empat anak saya yang masih kecil-kecil,” tukas terdakwa dengan wajah sedihnya saat ditanya ketua Majelis Hakim.

Sidang tuntutan ditutup, dan kembali digelar dengan jadwal sidang yang langsung pada agenda putusan minggu depan. (yud/rof)

GRESIK – Terdakwa Viva Kumala Indah Dewa Siti Purwahyuni, 32, warga Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo XVI/60 RT 003 RW 003, Desa Randuagung hanya bisa tertunduk lesu mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pelaku penipuan arisan online ini dituntut dua tahun penjara.

Terdakwa  terbukti melakukan dan menjalankan penipuan dengan modus arisan online lewat Whatsapp grup bernama Arisan Bunfa di rumah kontrakan nya Perumahan Graha Bunder Asri (GBA),  dan merugikan ratusan membernya.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara Dua tahun, Enam bulan, dan sesuai Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 65 Ayat (1) (2) KUHP,” terang Jaksa Ferry Hary A saat membacakan tuntutan.

-

Pada amar tuntutan itu, terdakwa menjalankan aksinya melalui group WhatsApp, dan  telah meraup keuntungan dari ratusan member itu mencapai Rp 400 juta dari peran nya sebagai admin group yang membawahi  135 orang member.

Wanita dengan Empat anak itu diketahui telah menjalankan bisnis arisan online ini sejak November 2018 sampai – April 2019 lalu, yang akhirnya diamankan Polisi akibat adanya laporan 29 member yang merasa dirugikan.

Modus terdakwa dalam menjalankan aksinya ada beberapa tahapan, terdakwa menawarkan ke khalayak umum melalui Facebook untuk mengajak arisan online, kemudian tersangka dengan bujuk rayunya membuat para korban tertarik mengikuti arisan tersebut.

Setelah itu para korban mentransfer sejumlah uang sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh tersangka, dimana jika para korban mentransfer sebesar Rp 1 juta, maka para korban akan mendapatkan uang senilai Rp 1,3 juta dalam kurun waktu 15-20 hari.

Setelah terdakwa menerima uang hasil setoran arisan tersebut, oleh terdakwa diputar dan tidak diberikan kepada korban yang harusnya mendapatkan bagian hasil arisan tersebut.

Terdakwa mengatakan uang dari hasil kejahatanya di buat membeli tanah kavling, mobil Honda Jazz warna hitam, dua motor dan perabotan rumah tangga, yang dijadikan barang bukti dan disita oleh negara.

Usai mendengar tuntutan yang dibacakan pada sidang daring itu, terdakwa meminta keringanan pada Ketua Majelis Hakim Edy untuk diringankan, selain mengakui dan menyesali perbuatannya, terdakwa juga masih dibutuhkan ke-Empat anaknya.

“Saya terima pak Hakim, namun tolong diringankan ksrena saya masih dibutuhkan Empat anak saya yang masih kecil-kecil,” tukas terdakwa dengan wajah sedihnya saat ditanya ketua Majelis Hakim.

Sidang tuntutan ditutup, dan kembali digelar dengan jadwal sidang yang langsung pada agenda putusan minggu depan. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/