alexametrics
26 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Menang Gugatan, Buruh ARS Dapat Pesangon Rp 1,650 M

GRESIK – Puluhan buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh PT Angkasa Raya Steel (ARS) di Kawasan Industri Maspion, Gresik akhirnya bisa mendapatkan pesangon senilai Rp 1,650 miliar. Kuasa hukum para penggugat yaitu Abdullah Syafii mengatakan, putusan itu mengacu pada putusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Negeri Gresik yang memutuskan 188 status pekerja dari perjanjian kerja waktu  tertentu (PKWT) menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). “Salah satu dasar putusan majelis hakim PHI Negeri Gresik, ada 33 pekerja yang di-PHK secara sepihak sejak akhir 2020. Ada yang bekerja dua hingga empat tahun,” jelasnya.

Dengan masa bakti tersebut, lanjut Syafii, para pakerja akan mendapat rata-rata Rp 75 Juta sampai Rp 35 Juta. Majelis hakim PHI Negeri Gresik,  I Gusti Ngurah Taruna Wiradhika memutuskan kasus tersebut dengan dasar Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020 dan Peraturan Presiden (PP)  Nomor 35 Tahun 2021. “Ini sebagai jawaban, bahwa Undang-Undang Cipta Kerja juga memperhatikan kesejahteraan pekerja. Ini pelajaran bagi industri terutama PT  Angkasa Raya Steel, kalau mempekerjakan harus diikat dengan PKWTT dan jika mau mengeluarkan juga harus memberikan hak-haknya ,” tegasnya.

Dalam putusan tersebut, lanjut Syafii, permohonan penggugat PT Angkasa Raya Steel juka tidak membayar denda sebidang tanah dan dua truk sebagai sita jaminan.

Putusan kemenangan tersebut disambut gembira oleh ratusan pekerja yang mengawal persidangan di PHI Negeri Gresik, Jalan Raya Permata, Kecamatan Kebomas.

“Saya sangat puas atas putusan majelis hakim PHI atas PHK sepihak oleh perusahaan. Kawan-kawan telah Di mana awalnya mendengarkan sendiri putusan majelis hakim. Ini sangat menggembirakan,” kata Anang Sugiarto.

Terpisah, kuasa hukum tergugat PT Angkasa Raya Steel, Imam Sayfudin mengatakan akan koordinasi dengan perusahaan dan tim hukum. “Kami akan pikir-pikir dan kordinasi dengan tim hukum serta perusahaan. Langkah selanjutnya akan diputuskan nanti,” pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – Puluhan buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh PT Angkasa Raya Steel (ARS) di Kawasan Industri Maspion, Gresik akhirnya bisa mendapatkan pesangon senilai Rp 1,650 miliar. Kuasa hukum para penggugat yaitu Abdullah Syafii mengatakan, putusan itu mengacu pada putusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Negeri Gresik yang memutuskan 188 status pekerja dari perjanjian kerja waktu  tertentu (PKWT) menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). “Salah satu dasar putusan majelis hakim PHI Negeri Gresik, ada 33 pekerja yang di-PHK secara sepihak sejak akhir 2020. Ada yang bekerja dua hingga empat tahun,” jelasnya.

Dengan masa bakti tersebut, lanjut Syafii, para pakerja akan mendapat rata-rata Rp 75 Juta sampai Rp 35 Juta. Majelis hakim PHI Negeri Gresik,  I Gusti Ngurah Taruna Wiradhika memutuskan kasus tersebut dengan dasar Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 tahun 2020 dan Peraturan Presiden (PP)  Nomor 35 Tahun 2021. “Ini sebagai jawaban, bahwa Undang-Undang Cipta Kerja juga memperhatikan kesejahteraan pekerja. Ini pelajaran bagi industri terutama PT  Angkasa Raya Steel, kalau mempekerjakan harus diikat dengan PKWTT dan jika mau mengeluarkan juga harus memberikan hak-haknya ,” tegasnya.

Dalam putusan tersebut, lanjut Syafii, permohonan penggugat PT Angkasa Raya Steel juka tidak membayar denda sebidang tanah dan dua truk sebagai sita jaminan.

-

Putusan kemenangan tersebut disambut gembira oleh ratusan pekerja yang mengawal persidangan di PHI Negeri Gresik, Jalan Raya Permata, Kecamatan Kebomas.

“Saya sangat puas atas putusan majelis hakim PHI atas PHK sepihak oleh perusahaan. Kawan-kawan telah Di mana awalnya mendengarkan sendiri putusan majelis hakim. Ini sangat menggembirakan,” kata Anang Sugiarto.

Terpisah, kuasa hukum tergugat PT Angkasa Raya Steel, Imam Sayfudin mengatakan akan koordinasi dengan perusahaan dan tim hukum. “Kami akan pikir-pikir dan kordinasi dengan tim hukum serta perusahaan. Langkah selanjutnya akan diputuskan nanti,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/