alexametrics
28C
Gresik
Monday, 12 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Yusuf Kabur Akibat Tidak Kuat Tekanan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Pemuda Desa Suci, Kecamatan Manyar Nabhani Yusuf, 27, yang dikabarkan hilang dan meninggalkan motornya di jalan tembus bukit kapur area Telogodowo bekas galian Semen sudah terungkap. Pemuda yang masih lajang dan berpawakan tinggi tersebut, dengan sengaja melarikan diri hingga ke Banyuwangi karena merasa tertekan tidak bisa menyelesaikan permasalahan sebagai pengurus karang taruna di desanya.

Hal ini disampaikan Nabhani Yusuf saat memberikan keterangan kepada Polsek Manyar. “Saya menyesal telah membuat gaduh banyak orang dan berjanji segera menyelesaikan permasalahan ini. Uang organisasi masih ada dan segera saya kembalikan dan selesaikan,” ujar Nabhani Yusuf.

Yusuf pun tidak mengira kejadian ini membuat dirinya viral karena diduga menjadi korban penculikan. Padahal, kepergiannya ke Banyuwangi guna menghindari stress karena tertekan.

Sementara itu, Kapolsek Manyar Iptu Bimasakti didampingi Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Ekwan mengatakan sudah memeriksa beberapa saksi dan dari hasil penyelidikan memeriksa 10 saksi dari pihak keluarga, rekan kerja dan saksi di lapangan ditemukannya motor korban.

“Motifnya spontan tanpa rencana, dan ini sudah kedua kalinya Nabhani Yusuf melakukan hal yang sama sewaktu yang bersangkutan bekerja disalah perusahaan di Gresik,” ujarnya, Kamis (4/3).

Bima Sakti mengungkapkan terkait adanya laporan korban hilang. Hal ini dilakukan oleh korban sendiri dengan berpura – pura seakan dia hilang di culik. Sebab, sebelum kejadian korban menelepon orang tuanya dengan minta tolong. Saat korban dites psikologisnya tidak ada gangguan kejiwaan. Tes kesehatan seperti tes rapid antigen juga dilakukan dan hasilnya negatif.

“Memang ada sifat kebiasaan korban jika menghadapi permasalahan. Korban melarikan diri atau kabur tanpa kabar sudah pernah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya.

Bima menambahkan saat kabur korban hanya berbekal uang Rp 400 ribu. Di TKP motornya sengaja ditinggal lalu berjalan kaki menuju ke jalan raya naik anggutan umum (Bemo) menuju ke Terminal Tambak Osowilangun. Selanjutnya, korban sempat pergi Malang sebentar sebelum melanjutkan perjalanan lagi ke Banyuwangi.

“Di Banyuwangi korban mencari rekannya yang pernah bekerja bersama dirinya. Setelah itu rekannya melaporkan hal ini ke Polres setempat. Mendapat kabar ini tim kami langsung meluncur kesana lalu membawa korban kembali ke Gresik,” imbuhnya.

Mengenai kejadian ini agar tidak terulang lagi lanjut Bima Sakti, dirinya menghimbau supaya pengguna medsos bijak dalam menyikapinya. Jangan sampai belum jelas informasinya langsung diunggah ke medsos.

“Himbauan kami pengguna medsos jangan mudah termakan informasi berita hoaks. Telusuri kebenarannya dulu jangan buru-buru diunggah akibatnya bisa fatal,” paparnya. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Pemuda Desa Suci, Kecamatan Manyar Nabhani Yusuf, 27, yang dikabarkan hilang dan meninggalkan motornya di jalan tembus bukit kapur area Telogodowo bekas galian Semen sudah terungkap. Pemuda yang masih lajang dan berpawakan tinggi tersebut, dengan sengaja melarikan diri hingga ke Banyuwangi karena merasa tertekan tidak bisa menyelesaikan permasalahan sebagai pengurus karang taruna di desanya.

Hal ini disampaikan Nabhani Yusuf saat memberikan keterangan kepada Polsek Manyar. “Saya menyesal telah membuat gaduh banyak orang dan berjanji segera menyelesaikan permasalahan ini. Uang organisasi masih ada dan segera saya kembalikan dan selesaikan,” ujar Nabhani Yusuf.

Yusuf pun tidak mengira kejadian ini membuat dirinya viral karena diduga menjadi korban penculikan. Padahal, kepergiannya ke Banyuwangi guna menghindari stress karena tertekan.

Mobile_AP_Half Page

Sementara itu, Kapolsek Manyar Iptu Bimasakti didampingi Kanitreskrim Polsek Manyar Ipda Ekwan mengatakan sudah memeriksa beberapa saksi dan dari hasil penyelidikan memeriksa 10 saksi dari pihak keluarga, rekan kerja dan saksi di lapangan ditemukannya motor korban.

“Motifnya spontan tanpa rencana, dan ini sudah kedua kalinya Nabhani Yusuf melakukan hal yang sama sewaktu yang bersangkutan bekerja disalah perusahaan di Gresik,” ujarnya, Kamis (4/3).

Bima Sakti mengungkapkan terkait adanya laporan korban hilang. Hal ini dilakukan oleh korban sendiri dengan berpura – pura seakan dia hilang di culik. Sebab, sebelum kejadian korban menelepon orang tuanya dengan minta tolong. Saat korban dites psikologisnya tidak ada gangguan kejiwaan. Tes kesehatan seperti tes rapid antigen juga dilakukan dan hasilnya negatif.

“Memang ada sifat kebiasaan korban jika menghadapi permasalahan. Korban melarikan diri atau kabur tanpa kabar sudah pernah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya.

Bima menambahkan saat kabur korban hanya berbekal uang Rp 400 ribu. Di TKP motornya sengaja ditinggal lalu berjalan kaki menuju ke jalan raya naik anggutan umum (Bemo) menuju ke Terminal Tambak Osowilangun. Selanjutnya, korban sempat pergi Malang sebentar sebelum melanjutkan perjalanan lagi ke Banyuwangi.

“Di Banyuwangi korban mencari rekannya yang pernah bekerja bersama dirinya. Setelah itu rekannya melaporkan hal ini ke Polres setempat. Mendapat kabar ini tim kami langsung meluncur kesana lalu membawa korban kembali ke Gresik,” imbuhnya.

Mengenai kejadian ini agar tidak terulang lagi lanjut Bima Sakti, dirinya menghimbau supaya pengguna medsos bijak dalam menyikapinya. Jangan sampai belum jelas informasinya langsung diunggah ke medsos.

“Himbauan kami pengguna medsos jangan mudah termakan informasi berita hoaks. Telusuri kebenarannya dulu jangan buru-buru diunggah akibatnya bisa fatal,” paparnya. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru