alexametrics
28C
Gresik
Monday, 12 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Beri Layanan Plus-Plus, Warkop di Ujungpangkah Digerebek

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Petugas gabungan dari Polsek, Satpol PP dan Perangkat Desa dan Perangkat Kecamatan Ujungpangkah menggerebek warung yang berada Desa Pangkahkulon, kemarin. Penggerebekan dilakukan lantaran warung tersebut menyediakan layanan plus-plus bagi lelaki hidung belang. Benar saja, dari warung tersebut petugas mengamankan empat wanita penghibur.

Selain mengamankan wanita penghibur, petugas gabungan juga menemukan sebuah kamar yang sempit dengan kasur lantai untuk tempat prositusi.

Kepala Desa Pangkahkulon Ahmad Fauron mengaku sudah menindaklanjuti dengan memanggil pemilik warung. Namun, setelah melayangkan surat peringatan yang kedua ternyata tidak ada perubahan sama sekali terkait aktivitas di warung tersebut.

Kemudian bersama tiga pilar mendatangi lokasi dan melihat langsung ada empat orang pekerja seks komersial yang semuanya bukan warga Gresik. Salah satunya ada yang berasal dari Jawa Tengah.

“Mereka mengaku menjalankan praktik prostitusi terselubung di warungnya yang berdiri sejak beberapa bulan,” ujarnya, Kamis (4/3).

Ditambahkan Ahmad Fauron mengungkapkan petugas kemudian meminta mereka untuk duduk di kursi depan. Keempat PSK itu mengakui perbuatannya, sebagai pendatang, mereka juga tidak lapor ke pihak desa.

“Setelah kami beri pembinaan langsung, pemilik warung mau ditutup, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Ujungpangkah Waluyo mengungkapkan pihaknya memberikan pembinaan karena melanggar Perda Gresik Nomor 15 tahun 2013 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

“Pemilik warung remang-remang dan anak buahnya berjanji akan segera mengosongkan warung dan kegiatannya dalam waktu maksimal tiga hari,” pungkasnya. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Petugas gabungan dari Polsek, Satpol PP dan Perangkat Desa dan Perangkat Kecamatan Ujungpangkah menggerebek warung yang berada Desa Pangkahkulon, kemarin. Penggerebekan dilakukan lantaran warung tersebut menyediakan layanan plus-plus bagi lelaki hidung belang. Benar saja, dari warung tersebut petugas mengamankan empat wanita penghibur.

Selain mengamankan wanita penghibur, petugas gabungan juga menemukan sebuah kamar yang sempit dengan kasur lantai untuk tempat prositusi.

Kepala Desa Pangkahkulon Ahmad Fauron mengaku sudah menindaklanjuti dengan memanggil pemilik warung. Namun, setelah melayangkan surat peringatan yang kedua ternyata tidak ada perubahan sama sekali terkait aktivitas di warung tersebut.

Mobile_AP_Half Page

Kemudian bersama tiga pilar mendatangi lokasi dan melihat langsung ada empat orang pekerja seks komersial yang semuanya bukan warga Gresik. Salah satunya ada yang berasal dari Jawa Tengah.

“Mereka mengaku menjalankan praktik prostitusi terselubung di warungnya yang berdiri sejak beberapa bulan,” ujarnya, Kamis (4/3).

Ditambahkan Ahmad Fauron mengungkapkan petugas kemudian meminta mereka untuk duduk di kursi depan. Keempat PSK itu mengakui perbuatannya, sebagai pendatang, mereka juga tidak lapor ke pihak desa.

“Setelah kami beri pembinaan langsung, pemilik warung mau ditutup, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Ujungpangkah Waluyo mengungkapkan pihaknya memberikan pembinaan karena melanggar Perda Gresik Nomor 15 tahun 2013 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

“Pemilik warung remang-remang dan anak buahnya berjanji akan segera mengosongkan warung dan kegiatannya dalam waktu maksimal tiga hari,” pungkasnya. (yud/rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru