alexametrics
27 C
Gresik
Wednesday, 25 May 2022

Penabrak Pos Covid-19 Divonis 5 Bulan

GRESIK – Ahmad Rosidi warga Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah terpaksa harus tidur di balik jeruji besi untuk sementara waktu. Terdakwa penabrak plang pembatas dan pos jaga covid-19 ini divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik 5 bulan penjara.

Ketua majelis hakim PN Gresik Eddy dalam vonisnya menyampaikan kalau terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pengerusakan plang pembatas dan tenda pos jaga milik desa untuk antisipasi penyebaran virus corona.

” Terdakwa terbukti melanggar pasal 406 ayat (1) jo pasal 64 KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 5 bulan,” tegas Eddy saat membacakan putusan.

Majelis hakim menilai bahwa pelanggaran terhadap ketentuan pidana pasal 406 KUHP ini dilakukan saat terdakwa mengendarai sepeda motor Yamaha Mio GT warna putih Nopol W 2013 BI melaju sangat kencang dan menabrak plang pembatas dan tenda pos joga physical distancing milik Desa Mojopurowetan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Apri Ando Simajuntak yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 8 bulan.

Sekedar diketahui, selain menabrak pos pembatas plang milik desa, terdakwa juga membawa golok dan menebaskan ke slebor sepeda motor milik saksi Khusnul Ma’arif. (yud/rof)

GRESIK – Ahmad Rosidi warga Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah terpaksa harus tidur di balik jeruji besi untuk sementara waktu. Terdakwa penabrak plang pembatas dan pos jaga covid-19 ini divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik 5 bulan penjara.

Ketua majelis hakim PN Gresik Eddy dalam vonisnya menyampaikan kalau terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pengerusakan plang pembatas dan tenda pos jaga milik desa untuk antisipasi penyebaran virus corona.

” Terdakwa terbukti melanggar pasal 406 ayat (1) jo pasal 64 KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama 5 bulan,” tegas Eddy saat membacakan putusan.

-

Majelis hakim menilai bahwa pelanggaran terhadap ketentuan pidana pasal 406 KUHP ini dilakukan saat terdakwa mengendarai sepeda motor Yamaha Mio GT warna putih Nopol W 2013 BI melaju sangat kencang dan menabrak plang pembatas dan tenda pos joga physical distancing milik Desa Mojopurowetan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Apri Ando Simajuntak yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 8 bulan.

Sekedar diketahui, selain menabrak pos pembatas plang milik desa, terdakwa juga membawa golok dan menebaskan ke slebor sepeda motor milik saksi Khusnul Ma’arif. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/