alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Ditipu Developer Abal-Abal, Rp 100 Juta Amblas

GRESIK – Nasib apes dialami Uut Ningdyah, salah satu pengusaha pakaian muslim asal  Surabaya. Pasalnya, dia baru saja menjadi korban penipuan salah satu developer asal Kebomas Gresik.

Korban menuturkan, pada pertengahan 2018 silam dirinya dan suaminya, Alifur melakukan transaksi pembelian rumah pada perusahaan jasa Vadilla Properti yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo. Saat itu, korban bersepakat membeli rumah di komplek Gresik Residence yang berlokasi di Jalan Sekarsari Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar.  Singkat cerita korban membayar tanda jadi Rp 100 juta kepada Nova, warga Sukodadi Lamongan, selaku Direktur Vadilla Properti. “Kami dijanjikan rumah akan mulai dibangun tiga bulan setelah uang DP diserahkan,” kata Uut.

Apes, waktu yang dijanjikan rumah tak kunjung dibangun dengan alasan, legalitas hingga lokasi proyek. Ironisnya, kantor Vadilla properti kini berubah menjadi warung nasi bebek dan warkop. “Dengan bantuan teman-teman akhirnya saya bisa menemukan keberadaan pelaku dan meminta untuk mengembalikan uang yang sudah saya bayarkan,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, setelah menemukan pelaku kemudian korban meminta agar uangnya dikembalikan, pelaku hanya menjanjikan pengembalian dengan cara mencicil Rp 100 ribu perhari.  “Sampai hari ini saya masih dikembalikan Rp 200 ribu sambil memohon agar tidak membawa persoalan ini ke ranah hukum. Namun saya tidak mau sehingga rencananya akan saya bawa ke polisi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Real Estate Indonesia (REI) Gresik, Iqbal Randy meminta agar masyarakat lebih berhati-hati melakukan transaksi pembelian rumah. “Kejadian ini bukan hanya satu dua kali saja. Kami tidak berhenti-hentinya lebih selektif untuk membeli rumah. Salah satunya yang dipastikan adalah legalitasnya,” kata Iqbal. (fir/han)

GRESIK – Nasib apes dialami Uut Ningdyah, salah satu pengusaha pakaian muslim asal  Surabaya. Pasalnya, dia baru saja menjadi korban penipuan salah satu developer asal Kebomas Gresik.

Korban menuturkan, pada pertengahan 2018 silam dirinya dan suaminya, Alifur melakukan transaksi pembelian rumah pada perusahaan jasa Vadilla Properti yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo. Saat itu, korban bersepakat membeli rumah di komplek Gresik Residence yang berlokasi di Jalan Sekarsari Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar.  Singkat cerita korban membayar tanda jadi Rp 100 juta kepada Nova, warga Sukodadi Lamongan, selaku Direktur Vadilla Properti. “Kami dijanjikan rumah akan mulai dibangun tiga bulan setelah uang DP diserahkan,” kata Uut.

Apes, waktu yang dijanjikan rumah tak kunjung dibangun dengan alasan, legalitas hingga lokasi proyek. Ironisnya, kantor Vadilla properti kini berubah menjadi warung nasi bebek dan warkop. “Dengan bantuan teman-teman akhirnya saya bisa menemukan keberadaan pelaku dan meminta untuk mengembalikan uang yang sudah saya bayarkan,” tuturnya.

-

Dia mengungkapkan, setelah menemukan pelaku kemudian korban meminta agar uangnya dikembalikan, pelaku hanya menjanjikan pengembalian dengan cara mencicil Rp 100 ribu perhari.  “Sampai hari ini saya masih dikembalikan Rp 200 ribu sambil memohon agar tidak membawa persoalan ini ke ranah hukum. Namun saya tidak mau sehingga rencananya akan saya bawa ke polisi,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Real Estate Indonesia (REI) Gresik, Iqbal Randy meminta agar masyarakat lebih berhati-hati melakukan transaksi pembelian rumah. “Kejadian ini bukan hanya satu dua kali saja. Kami tidak berhenti-hentinya lebih selektif untuk membeli rumah. Salah satunya yang dipastikan adalah legalitasnya,” kata Iqbal. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/