alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Warga Samirplapan Tewas Ditabrak KA

Gresik – Pengendara motor RX King bernama Muchibbin, 45, warga RT 001 RW 001Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan tewas tertabrak kereta api saat hendak menyeberang di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, Senin (3/8). Kereta Maharani jurusan Semarang – Surabaya yang melintas dari arah timur menujur barat itu menghantam sepeda motor RX King warna hitam W 2613 KK yang dinaikinya hingga ringsek. Kejadian naas tersebut, dialami korban sekitar jam 07.00 WIB. Saat itu, korban yang membawa keranjang pengangkut barang hendak pulang ke rumah. Nasib sial, saat dia belum sempurna melewati perlintasan kereta api double track di KM 201 + 3/4 tersebut. Ia dihantam dengan maut moncong kereta besi tersebut. Alhasil, ia meninggal dunia di lokasi kejadian.

Manager Humas Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, korban berjalan dari arah timur menuju selatan dengan menyeberang perlintasan kereta api yang sebenarnya tidak boleh dilewati. “Datang kereta api Maharani kemudian korban tersambar,” ujarnya. Korban yang langsung tewas seketika kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk dievakuasi.

Sementara itu, Kapolsek Duduksampeyan Iptu Sugeng menjelaskan kejadian tersebut murni kecelakaan. Tidak ada indikasi bunuh diri karena lokasi ditutupi tembok sehingga tidak ada saksi mata. “Yang jelas itu laka kereta api, bukan bunuh diri”, ungkapnya.

Sudah semestinya masyarakat hati-hati saat melintasi jalur kereta api. Apalagi double track dan tanpa palang pintu dengan jalur seperti itu harus ditutup guna mengurangi potensi kecelakaan.(yud/han)


Gresik – Pengendara motor RX King bernama Muchibbin, 45, warga RT 001 RW 001Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan tewas tertabrak kereta api saat hendak menyeberang di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, Senin (3/8). Kereta Maharani jurusan Semarang – Surabaya yang melintas dari arah timur menujur barat itu menghantam sepeda motor RX King warna hitam W 2613 KK yang dinaikinya hingga ringsek. Kejadian naas tersebut, dialami korban sekitar jam 07.00 WIB. Saat itu, korban yang membawa keranjang pengangkut barang hendak pulang ke rumah. Nasib sial, saat dia belum sempurna melewati perlintasan kereta api double track di KM 201 + 3/4 tersebut. Ia dihantam dengan maut moncong kereta besi tersebut. Alhasil, ia meninggal dunia di lokasi kejadian.

Manager Humas Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, korban berjalan dari arah timur menuju selatan dengan menyeberang perlintasan kereta api yang sebenarnya tidak boleh dilewati. “Datang kereta api Maharani kemudian korban tersambar,” ujarnya. Korban yang langsung tewas seketika kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk dievakuasi.

Sementara itu, Kapolsek Duduksampeyan Iptu Sugeng menjelaskan kejadian tersebut murni kecelakaan. Tidak ada indikasi bunuh diri karena lokasi ditutupi tembok sehingga tidak ada saksi mata. “Yang jelas itu laka kereta api, bukan bunuh diri”, ungkapnya.

-

Sudah semestinya masyarakat hati-hati saat melintasi jalur kereta api. Apalagi double track dan tanpa palang pintu dengan jalur seperti itu harus ditutup guna mengurangi potensi kecelakaan.(yud/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru