alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Pengedar 50 Ribu Butir Pil Koplo asal Menganti Divonis Ringan

GRESIK – Terdakwa pengedar 50 ribu pil koplo Fikri Achmad Ramadhan, 22, warga Dusun Pengampon, Desa Setro, Kecamatan Menganti dihukum penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1 Miliar, subsider 2 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negri (PN) Gresik.

Putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Adi Sucipto. Dalam putusannya menegaskan bahwa terdakwa Fikri Achmad Ramadhan melanggar pasal 114 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Dan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) UU 36/2009 tentang Kesehatan.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Fikri Achmad Ramadhan dengan hukuman selama enam tahun dan denda Rp 1 Miliar subsider dua bulan kurungan,” kata Adi Sucipto.

Atas putusan tersebut, barang bukti berupa  narkotika jenis sabu-sabu seberat 4,825 gram dan 50 ribu pil koplo dobel L dirampas untuk dimusnahkan. Selain itu, sebuah ponsel juga dirampas untuk dimusnahkan. Dan sebuah motor Honda secoopy dikembalikan kepada terdakwa.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Anas Huda S yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 9 tahun dan denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, penasihat terdakwa Fikri Achmad Ramadhan dari LBH Juris Law Firm Lukman mengatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan jaksa Anas juga menyatakan pikir-pikir.  “Kita pikir-pikir untuk menyampaikan putusan ini dengan keluarga terdakwa,” kata Lukman.

Diketahui, perbuatan terdakwa Fikri Achmad Ramadhan diungkap jajaran BNN Kabupaten Gresik pada Maret 2021 ditangkap di kamar kos, Dusun Telapak, Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo Gresik. Dalam penggeledahan di kamarnya, ditemukan 50 ribu butir pil koplo dan sebuah plastik klip berisi 5,18 gram sabu. (yud/rof)

GRESIK – Terdakwa pengedar 50 ribu pil koplo Fikri Achmad Ramadhan, 22, warga Dusun Pengampon, Desa Setro, Kecamatan Menganti dihukum penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1 Miliar, subsider 2 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negri (PN) Gresik.

Putusan tersebut dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Adi Sucipto. Dalam putusannya menegaskan bahwa terdakwa Fikri Achmad Ramadhan melanggar pasal 114 ayat (1) UU 35/2009 tentang Narkotika. Dan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) UU 36/2009 tentang Kesehatan.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Fikri Achmad Ramadhan dengan hukuman selama enam tahun dan denda Rp 1 Miliar subsider dua bulan kurungan,” kata Adi Sucipto.

-

Atas putusan tersebut, barang bukti berupa  narkotika jenis sabu-sabu seberat 4,825 gram dan 50 ribu pil koplo dobel L dirampas untuk dimusnahkan. Selain itu, sebuah ponsel juga dirampas untuk dimusnahkan. Dan sebuah motor Honda secoopy dikembalikan kepada terdakwa.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Anas Huda S yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 9 tahun dan denda Rp 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan tersebut, penasihat terdakwa Fikri Achmad Ramadhan dari LBH Juris Law Firm Lukman mengatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan jaksa Anas juga menyatakan pikir-pikir.  “Kita pikir-pikir untuk menyampaikan putusan ini dengan keluarga terdakwa,” kata Lukman.

Diketahui, perbuatan terdakwa Fikri Achmad Ramadhan diungkap jajaran BNN Kabupaten Gresik pada Maret 2021 ditangkap di kamar kos, Dusun Telapak, Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo Gresik. Dalam penggeledahan di kamarnya, ditemukan 50 ribu butir pil koplo dan sebuah plastik klip berisi 5,18 gram sabu. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/