alexametrics
24C
Gresik
Friday, 5 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Keluarga Ambil Jenazah di RS Ibnu Sina untuk Dimakamkan di Sidokumpul

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Kerja keras polisi mengungkap identitas jenazah ditemukan mengambang di kubangan bekas galian C di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Jumat (31/10) membuahkan hasil. Identitas mayat bocah yang ditemukan mengapung dalam kondisi kaki-tangan terikat di area Bukit Jamur, Kecamatan Bungah terkuak. Korban adalah AAH ,13, asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah yang dikabarkan hilang beberapa hari sebelum ditemukan telah meregang nyawa. Memasuki hari kelima, jenazah anak lakik – laki nahas yang tersimpan di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik itu diambil orang tuanya, Selasa (3/11).

Dari pantauan di lapangan Kamar Jenazah RSUD Ibnu Sina, sekitar pukul 12.30, Orang tua korban Muhammad Arifin, 48, membawa jenazah anaknya pulang kerumahnya di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah. Arifin didampingi Kepala Desa Sidokumpul Ahmad Asyhar, Kecamatan Bungah. “Jenazah kami ambil untuk dimakamkan,”ujar Asyhar Kepala Desa Sidokumpul saat ditemui di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik, Selasa (3/11).

Kepala Desa Sidokumpul Asyhar korban berinisial AAH siswa kelas VIII di Kecamatan Bungah itu dilaporkan hilang pada Kamis (30/10). Ketika pamit keluar rumah AAH memakai sarung, kopiah hitam, baju lengan pendek warna putih. Saat itu, Aril juga membawa hp smarphone. Pada Jumat , (30/10) sekitar pukul 16.30 WIB ditemukan mengambang di sebuah kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur di Desa Bungah, Kecamatan Bungah. Ketika ditemukan kaki korban terikat dan kedua terikat di belakang. AAH diduga menjadi korban pembunuhan. “Kejadian itu harus menjadikan introspeksi kita semua, Orang tua dan masyarakat ikut mengawasi anak-anaknya. Kami di pemerintahan desa akan melakukan perbaikan dengan memasang CCTV,” ungkapnya. Rencana pihak kami akan memasang kamera pengintai (CCTV) akan dipasang di sejumlah titik di desa. “Mungkin tahun depan. Tahun ini anggaran desa untuk penanganan Corona dan jenazah AAH sudah dimakamkan pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Kasatreskrim AKP Banyu Febriyantp Parayoga mengatakan tadi ada dua dokter forensik dari RS Ibnu Sina melakukan otopsi pertama dengan didampingi tim inafis Polres Gresik, otopsi dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. “Tadi sudah dilakukan otopsi, tujuan otopsi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban dan terkait identitas korban kami menunggu hasil otopsi dari pihak RSUD Ibnu Sina,”pungkasnya.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Kerja keras polisi mengungkap identitas jenazah ditemukan mengambang di kubangan bekas galian C di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Jumat (31/10) membuahkan hasil. Identitas mayat bocah yang ditemukan mengapung dalam kondisi kaki-tangan terikat di area Bukit Jamur, Kecamatan Bungah terkuak. Korban adalah AAH ,13, asal Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah yang dikabarkan hilang beberapa hari sebelum ditemukan telah meregang nyawa. Memasuki hari kelima, jenazah anak lakik – laki nahas yang tersimpan di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik itu diambil orang tuanya, Selasa (3/11).

Dari pantauan di lapangan Kamar Jenazah RSUD Ibnu Sina, sekitar pukul 12.30, Orang tua korban Muhammad Arifin, 48, membawa jenazah anaknya pulang kerumahnya di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah. Arifin didampingi Kepala Desa Sidokumpul Ahmad Asyhar, Kecamatan Bungah. “Jenazah kami ambil untuk dimakamkan,”ujar Asyhar Kepala Desa Sidokumpul saat ditemui di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik, Selasa (3/11).

Kepala Desa Sidokumpul Asyhar korban berinisial AAH siswa kelas VIII di Kecamatan Bungah itu dilaporkan hilang pada Kamis (30/10). Ketika pamit keluar rumah AAH memakai sarung, kopiah hitam, baju lengan pendek warna putih. Saat itu, Aril juga membawa hp smarphone. Pada Jumat , (30/10) sekitar pukul 16.30 WIB ditemukan mengambang di sebuah kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur di Desa Bungah, Kecamatan Bungah. Ketika ditemukan kaki korban terikat dan kedua terikat di belakang. AAH diduga menjadi korban pembunuhan. “Kejadian itu harus menjadikan introspeksi kita semua, Orang tua dan masyarakat ikut mengawasi anak-anaknya. Kami di pemerintahan desa akan melakukan perbaikan dengan memasang CCTV,” ungkapnya. Rencana pihak kami akan memasang kamera pengintai (CCTV) akan dipasang di sejumlah titik di desa. “Mungkin tahun depan. Tahun ini anggaran desa untuk penanganan Corona dan jenazah AAH sudah dimakamkan pukul 14.00 WIB,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Kasatreskrim AKP Banyu Febriyantp Parayoga mengatakan tadi ada dua dokter forensik dari RS Ibnu Sina melakukan otopsi pertama dengan didampingi tim inafis Polres Gresik, otopsi dimulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. “Tadi sudah dilakukan otopsi, tujuan otopsi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban dan terkait identitas korban kami menunggu hasil otopsi dari pihak RSUD Ibnu Sina,”pungkasnya.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru