alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Satpol PP Tertibkan Badut dan Pengemis Jalanan

GRESIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik, terus melakukan penertiban kepada badut, pengemis dan pengamen angklung. Kegiatan mereka di pinggir jalan dianggap melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 15 tahun 2013 tentang ketentraman dan ketertiban.

Plt Kepala Satpol PP Gresik, Suprapto mengatakan setiap hari anggota Satpol PP melakukan operasi kepada pengamen, badut, tukang sulak dan lain sebagainya. “Kami akan menindak tegas jika ditemukan pengamen, badut, gepeng, tukang sulak mobil dan usaha lainnya yang mengganggu ketertiban umum,”kata Suprapto.

Dikatakan, angka Covid-19 sudah mengalami penurunan drastis. Meski begitu, bukan berarti dalam usaha survival menghidupi anggota keluarga melanggar atau mengganggu ketertiban umum. “Jangan memanfaatkan pertigaan, perempatan dan perlimaan untuk tempat mencari uang,” kata Suprapto.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Trantibun Satpol PP Gresik, Sulyono mengimbau mereka bisa mencari pekerjaan lain tanpa harus mengamen di pinggir jalan.  “Jadi selama mereka berada di jalan dan tidak segang – segan anggota kami akan menertibkan dan akan diberikan sanksi berupa absen delapan kali dan memberikan pernyataan. Kalau mereka melanggar lagi akan disita dan akan dimusnahkan alat yang dibuat ngamen,” tegas Sulyono.

Diakui, angklung merupakan alat kesenian. Namun, mereka justru bergabung dalam binaan Pedagang Kaki Lima (PKL). “Angklung harusnya tidak di jalan tapi di tempat lain seperti di cafe dan sebagainya,”tutupnya. (jar/han)

GRESIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik, terus melakukan penertiban kepada badut, pengemis dan pengamen angklung. Kegiatan mereka di pinggir jalan dianggap melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 15 tahun 2013 tentang ketentraman dan ketertiban.

Plt Kepala Satpol PP Gresik, Suprapto mengatakan setiap hari anggota Satpol PP melakukan operasi kepada pengamen, badut, tukang sulak dan lain sebagainya. “Kami akan menindak tegas jika ditemukan pengamen, badut, gepeng, tukang sulak mobil dan usaha lainnya yang mengganggu ketertiban umum,”kata Suprapto.

Dikatakan, angka Covid-19 sudah mengalami penurunan drastis. Meski begitu, bukan berarti dalam usaha survival menghidupi anggota keluarga melanggar atau mengganggu ketertiban umum. “Jangan memanfaatkan pertigaan, perempatan dan perlimaan untuk tempat mencari uang,” kata Suprapto.

-

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Trantibun Satpol PP Gresik, Sulyono mengimbau mereka bisa mencari pekerjaan lain tanpa harus mengamen di pinggir jalan.  “Jadi selama mereka berada di jalan dan tidak segang – segan anggota kami akan menertibkan dan akan diberikan sanksi berupa absen delapan kali dan memberikan pernyataan. Kalau mereka melanggar lagi akan disita dan akan dimusnahkan alat yang dibuat ngamen,” tegas Sulyono.

Diakui, angklung merupakan alat kesenian. Namun, mereka justru bergabung dalam binaan Pedagang Kaki Lima (PKL). “Angklung harusnya tidak di jalan tapi di tempat lain seperti di cafe dan sebagainya,”tutupnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/