alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 21 May 2022

Nekat Gelar Hajatan Ditengah PPKM, Langsung Dibubarkan Satgas

GRESIK- Upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 tentu tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan menjadi kunci, agar pandemi ini bisa terkendali. Apalagi, Gresik sendiri masih menerapkan status PPKM level 4.

Resepsi pernikahan Sukarno asal warga desa Betiting Kecamatan Cerme dibubarkan. Dia menggelar resepsi pernikahan dikediamannya yang berasa di lingkungan RT 2 RW 1 desa setempat. Camat Suyono mengatakan pihak Satgas Covid-19 Kecamatan Cerme mengambil tindakan atas gelaran resepsi pernikahan tersebut. Dengan pendekatan persuasif, meminta tuan rumah untuk segera membubarkan acara yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu.

“Dengan berat hati kami minta tolong untuk mengakhiri acara. Diwilayah ini saja, 4 hingga 5 warga menjadi korban akibat positif Covid-19,” ujar Sukarno.  Hal tersebut bukan dalam rangka melarang warga melangsungkan pernikahan. Namun, mengantisipasi sebaran virus dari aktivitas berkumpul dan berkerumun. “Hajatannya yang tidak boleh, apalagi sampai menutup jalan. Monggo saling disiplin agar virus ini segera pergi,” ungkapnya.

Sementara Kapolsek Cerme AKP Nur Amin pun ikut mendampingi proses pembubaran meminta agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. “Hingga pandemi ini benar-benar terkendali. Kami juga berharap masyarakat terus disiplin menegakkan protokol kesehatan,” papar perwira dengan tiga balok dipundaknya. (yud/han)

GRESIK- Upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 tentu tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan menjadi kunci, agar pandemi ini bisa terkendali. Apalagi, Gresik sendiri masih menerapkan status PPKM level 4.

Resepsi pernikahan Sukarno asal warga desa Betiting Kecamatan Cerme dibubarkan. Dia menggelar resepsi pernikahan dikediamannya yang berasa di lingkungan RT 2 RW 1 desa setempat. Camat Suyono mengatakan pihak Satgas Covid-19 Kecamatan Cerme mengambil tindakan atas gelaran resepsi pernikahan tersebut. Dengan pendekatan persuasif, meminta tuan rumah untuk segera membubarkan acara yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu.

“Dengan berat hati kami minta tolong untuk mengakhiri acara. Diwilayah ini saja, 4 hingga 5 warga menjadi korban akibat positif Covid-19,” ujar Sukarno.  Hal tersebut bukan dalam rangka melarang warga melangsungkan pernikahan. Namun, mengantisipasi sebaran virus dari aktivitas berkumpul dan berkerumun. “Hajatannya yang tidak boleh, apalagi sampai menutup jalan. Monggo saling disiplin agar virus ini segera pergi,” ungkapnya.

-

Sementara Kapolsek Cerme AKP Nur Amin pun ikut mendampingi proses pembubaran meminta agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. “Hingga pandemi ini benar-benar terkendali. Kami juga berharap masyarakat terus disiplin menegakkan protokol kesehatan,” papar perwira dengan tiga balok dipundaknya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/