alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 28 January 2022

Dihantam Gelombang, Kapal Nelayan KMN Sri Intan Hancur

Gresik – Kapal nelayan KMN Sri Intan itu terombang ambing hingga kandas dan menghantam karang di perairan Dusun Bangsal Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean, Minggu (28/11).

Kejadian tersebut bermula saat KMN Sri Intan berangkat mencari ikan di perairan Pulau Bawean sekitar pukul 16.00 Sabtu (27/11 /2021). Sesampainya di tengah, Nahkoda mengintruksikan segera menebar jaring. Saat baru mendapatkan satu kranjang ikan siru cuaca mendadak tidak bersahabat sehingga nahkoda memutuskan untuk kembali pulang.

Di tengah perjalanan menuju ke daratan tiba tiba cuaca buruk disertai angin dan hujan lebat mengakibatkan jarak pandang nahkoda tidak kelihatan. Tidak diduga dari area buritan kapal terdengar suara keras yang mengakibatkan kebocoran kapal. Hantaman ombak yang bertubi-tubi ke badan kapal yang sudah bocor membuat kerusakan semakin parah hingga akhirnya kapal terbelah menjadi dua bagian.

“Kapal kehilangan kendali dan nabrak karang keras yang mengakibatkan kapal pecah menjadi dua bagian,” kata Kanit Satpolairud Pulau Bawean Bripka Sodiq Susanto.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Sodiq, sedikitnya 8 anak buah kapal (ABK) beserta nahkoda kapal menyelamatkan diri dengan berenang ke bibir pantai yang berjarak 2.5 mil dengan menggunakan alat seadanya.

“Sebenarnya sebelum terdampar atau nabrak karang, ABK sudah berteriak di depan ada karang, namun karena kecepatan perahu dan dengan kondisi cuaca buruk, nakhoda sudah tidak mampu untuk membelok arah perahu,” tuturnya.

Kendati demikian seluruh ABK beserta nahkoda kapal dipastikan selamat. Semuanya merupakan warga Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean.

“Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” pungkasnya. (fir/rof)

Gresik – Kapal nelayan KMN Sri Intan itu terombang ambing hingga kandas dan menghantam karang di perairan Dusun Bangsal Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean, Minggu (28/11).

Kejadian tersebut bermula saat KMN Sri Intan berangkat mencari ikan di perairan Pulau Bawean sekitar pukul 16.00 Sabtu (27/11 /2021). Sesampainya di tengah, Nahkoda mengintruksikan segera menebar jaring. Saat baru mendapatkan satu kranjang ikan siru cuaca mendadak tidak bersahabat sehingga nahkoda memutuskan untuk kembali pulang.

Di tengah perjalanan menuju ke daratan tiba tiba cuaca buruk disertai angin dan hujan lebat mengakibatkan jarak pandang nahkoda tidak kelihatan. Tidak diduga dari area buritan kapal terdengar suara keras yang mengakibatkan kebocoran kapal. Hantaman ombak yang bertubi-tubi ke badan kapal yang sudah bocor membuat kerusakan semakin parah hingga akhirnya kapal terbelah menjadi dua bagian.

-

“Kapal kehilangan kendali dan nabrak karang keras yang mengakibatkan kapal pecah menjadi dua bagian,” kata Kanit Satpolairud Pulau Bawean Bripka Sodiq Susanto.

Akibat kejadian tersebut, lanjut Sodiq, sedikitnya 8 anak buah kapal (ABK) beserta nahkoda kapal menyelamatkan diri dengan berenang ke bibir pantai yang berjarak 2.5 mil dengan menggunakan alat seadanya.

“Sebenarnya sebelum terdampar atau nabrak karang, ABK sudah berteriak di depan ada karang, namun karena kecepatan perahu dan dengan kondisi cuaca buruk, nakhoda sudah tidak mampu untuk membelok arah perahu,” tuturnya.

Kendati demikian seluruh ABK beserta nahkoda kapal dipastikan selamat. Semuanya merupakan warga Desa Dekatagung Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean.

“Tidak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” pungkasnya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru