31 C
Gresik
Saturday, 3 June 2023

Unggah Foto Ciuman dengan Istri, Warga Madura Divonis 9 Bulan Penjara

GRESIK – Nasib apes dialami Hasan, warga Sampang, Madura. Akibat perbuatannya menggunggah foto ciuman dengan istrinya Nurhayati warga Desa Sumengko, Wringinanom, dirinya harus mendekam di dalam bui. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menjatuhkan vonis 9 bulan penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tidak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau menstransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, sebagaimana ketentuan pasal 27 (ayat) 1, Jo pasal 45 (ayat) 1 UU 19 tentang perubahan atas UU 11/ 2008,” ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Etri Widayanti.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Nurul Istiana 12 bulan penjara. Namun putusan hakim belum bisa dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Sebab penasehat hukum terdakwa maupun jaksa bersikap pikir-pikir

Usai sidang, penasehat hukum terdakwa, Bilmard mengatakan ketidakpuasannya atas putusan 9 bulan denda 100 juta subsider 1 bulan. Sebab, ada 3 poin yang seharusnya dicermati oleh hakim dalam memutus perkara terdakwa Hasan ini. Perkara ini sudah dicabut oleh korban pada tingkat penyidikan di Polda Jatim dan sudah terjadi perdamaian antara korban dan terdakwa.

“Unsur Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE tidak terbukti dipersidangan. Sebab unsur pada pasal mendistribusikan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya muatan yang mengandung asusila tidak terbukti pada perbuatan terdakwa,” ujarnya.

Berdasarkan fakta persidangan kata Bilmard, yang mengupload foto-foto tersebut di Facebook bukanlah terdakwa, melainkan korban sendiri. Sehingga seharusnya terdakwa hasan dibebaskan. Fakta persidangan, korban dalam keterangannya dipersidangan merasa tidak dirugikan sama sekali atas perbuatan terdakwa. Bahkan, korban telah memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa tak lain suami korban.

“Langkah kami masih dikomunikasikan terhadap keluarga terdakwa. Apa langkah hukum selanjutnya. Sebab putusan hakim ini kami tidak puas. Hakim saya nilai tidak jelis memutus pasal karet UU ITE ini. Namun saya menghormati putusan hakim,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus ini bermula kasus UU ITE itu terjadi 19 Januari 2020. Malam itu, korban Nurhayati tak lain istri terdakwa melakukan perekaman video dan foto. Terlihat dalam foto tersebut melakukan ciuman di dalam kamar rumah korban di Wringinanom-Gresik. Kemudian di upload oleh terdakwa ke akun Facebook miliknya. Istri terdakwa mengetahui dan setuju jika hasil foto berdua itu di upload oleh suami ke Facebook. (yud/rof)

GRESIK – Nasib apes dialami Hasan, warga Sampang, Madura. Akibat perbuatannya menggunggah foto ciuman dengan istrinya Nurhayati warga Desa Sumengko, Wringinanom, dirinya harus mendekam di dalam bui. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menjatuhkan vonis 9 bulan penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tidak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau menstransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, sebagaimana ketentuan pasal 27 (ayat) 1, Jo pasal 45 (ayat) 1 UU 19 tentang perubahan atas UU 11/ 2008,” ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Etri Widayanti.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Nurul Istiana 12 bulan penjara. Namun putusan hakim belum bisa dinyatakan berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Sebab penasehat hukum terdakwa maupun jaksa bersikap pikir-pikir

-

Usai sidang, penasehat hukum terdakwa, Bilmard mengatakan ketidakpuasannya atas putusan 9 bulan denda 100 juta subsider 1 bulan. Sebab, ada 3 poin yang seharusnya dicermati oleh hakim dalam memutus perkara terdakwa Hasan ini. Perkara ini sudah dicabut oleh korban pada tingkat penyidikan di Polda Jatim dan sudah terjadi perdamaian antara korban dan terdakwa.

“Unsur Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE tidak terbukti dipersidangan. Sebab unsur pada pasal mendistribusikan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya muatan yang mengandung asusila tidak terbukti pada perbuatan terdakwa,” ujarnya.

Berdasarkan fakta persidangan kata Bilmard, yang mengupload foto-foto tersebut di Facebook bukanlah terdakwa, melainkan korban sendiri. Sehingga seharusnya terdakwa hasan dibebaskan. Fakta persidangan, korban dalam keterangannya dipersidangan merasa tidak dirugikan sama sekali atas perbuatan terdakwa. Bahkan, korban telah memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa tak lain suami korban.

“Langkah kami masih dikomunikasikan terhadap keluarga terdakwa. Apa langkah hukum selanjutnya. Sebab putusan hakim ini kami tidak puas. Hakim saya nilai tidak jelis memutus pasal karet UU ITE ini. Namun saya menghormati putusan hakim,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus ini bermula kasus UU ITE itu terjadi 19 Januari 2020. Malam itu, korban Nurhayati tak lain istri terdakwa melakukan perekaman video dan foto. Terlihat dalam foto tersebut melakukan ciuman di dalam kamar rumah korban di Wringinanom-Gresik. Kemudian di upload oleh terdakwa ke akun Facebook miliknya. Istri terdakwa mengetahui dan setuju jika hasil foto berdua itu di upload oleh suami ke Facebook. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru