RADAR GRESIK – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Gresik. Sebanyak 75 rumah dilaporkan mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung yang menyapu Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, pada Senin (2/2) sekitar pukul 18.00 WIB.
Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap, genteng yang beterbangan, hingga kanopi yang ringsek akibat kencangnya hembusan angin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, mengonfirmasi bahwa dampak kerusakan tersebar di beberapa titik perumahan. Di Perumahan De Naila, tercatat 40 rumah rusak ringan dan 17 rumah rusak sedang.
Sementara itu, di Perumahan Multi Graha Persada terdapat 12 rumah rusak ringan, serta di Perumahan De Naila Garden dilaporkan 5 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang.
Meski kerusakan bangunan cukup banyak, pihak berwenang memastikan bahwa peristiwa ini tidak memakan korban jiwa.
“Iya ada 75 rumah yang rusak ringan dan sedang. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Sukardi saat memberikan keterangan pada Selasa, (3/2).
Menanggapi bencana tersebut, BPBD Gresik bersama Agen PB langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen kerusakan dan berkoordinasi dengan Forkopimcam setempat.
Bantuan kedaruratan berupa terpal untuk menutup atap yang bocor serta paket makanan tambahan gizi juga telah didistribusikan kepada warga terdampak. Untuk proses pemulihan, perbaikan dilakukan secara mandiri oleh warga dan didampingi pihak pengembang (developer).
“Kami sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan asesmen kerusakan rumah dan mengirim bantuan kedaruratan terpal dan makanan bergizi,” tambah Sukardi.
Kondisi cuaca yang tidak menentu di tengah puncak musim penghujan ini menjadi alarm bagi masyarakat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa di lingkungan sekitar.
“Kami menghimbau untuk warga Kabupaten Gresik tetap waspada karena saat ini musim penghujan. Tetap selalu waspada dan memperhatikan lingkungan sekitar. Apabila ada gawat daruratan bisa langsung menghubungi 112,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah