Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Anggota DPD RI Lia Istifhama Sampaikan Orasi Ilmiah Inspiratif pada Wisuda INSIDA XXIII: Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Digital dan Karakter Self

Hany Akasah • Minggu, 18 Januari 2026 | 12:50 WIB
Anggota DPD RI Lia Istifhama
Anggota DPD RI Lia Istifhama

RADAR GRESIK – Sebuah seruan kuat untuk bertransformasi menjadi Agent of Change di tengah bonus demografi digaungkan di hadapan 171 wisudawan Institut Agama Islam Daruttaqwa (INSIDA) Gresik.

Seruan tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.SOS., S.SOS.I., M.E., sebagai keynote speaker yang berkharisma pada acara wisuda ke-23 INSIDA yang diselenggarakan di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, pada Selasa (16/12).

Di hadapan wisudawan dari berbagai program studi, sivitas akademika, dan keluarga besar INSIDA, perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini menyampaikan orasi ilmiah inspiratif. Ia menyampaikan pesan utama yang relevan dengan perkembangan zaman, yakni urgensi anak muda menjadi pemimpin masa depan dan agen perubahan yang efektif di tengah pusaran perkembangan dunia digital yang cepat.

Mengawali orasi, ia mengapresiasi Rektor INSIDA, Dr. H. A. Syifa’ul Qulub, S.Ag., M.EI., yang telah menekankan pentingnya membangun "Peta Jalan Juang." Ning Lia menegaskan bahwa para wisudawan adalah syubhanulmuslimin—pemuda yang kelak akan menjadi pemimpin.

"Maka jangan pernah ragu bermimpi, karena setiap kepemimpinan berawal dari mimpi. Bagaimana kita membangun mimpi sebagai benevolent society, bagaimana kita hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun kebaikan, hoirunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya)," ujar Ning Lia.

Ning Lia menyoroti evolusi struktur kehidupan sosial dari Gemeinschaft (ikatan kekeluargaan) ke Gesellschaft (ikatan komunitas sebaya), hingga kini memasuki era Digital Society, di mana hubungan sosial banyak terbangun di ranah virtual.

Untuk menghadapi realitas ini, ia menekankan pentingnya bagi para sarjana untuk menjadi pribadi yang inventif dan adaptif di tengah kompetisi global.

Ia secara khusus menyampaikan lima poin penting yang membentuk karakter "Self" bagi para wisudawan di era digital, yakni sosial media bukan akuarium hidup, berempati pada orang lain harus terbangun secara kuat, meluangkan waktu bersama orang-orang terkasih, fokus pada aktivitas dan menghindari toxic positivity serta mampu cerdas membaca situasi.

"Jangan sampai terjebak pada toxic positivity. Yaitu bagaimana kalian ingin tampil perfect, tampil sempurna. Padahal di balik kesempurnaan selalu ada ketidaksempurnaan, dan di balik ketidaksempurnaan kalian ternyata memiliki kelebihan. Maka fokus pada apa yang kalian miliki,” ujarnya.

Menutup orasinya, Ning Lia mengucapkan selamat atas jumlah wisudawan yang luar biasa. Ia juga mengaitkan pesan kepemimpinan dengan lima kebutuhan dasar manusia berdasarkan Teori Maslow, yang harus dipenuhi oleh para lulusan, yakni Self-Actualization (Aktualisasi Diri): Tunjukkan semangat dan kemampuan untuk berkarya serta berprestasi. Esteem (Penghargaan Diri): Hargai ilmu dan perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Social Needs (Kebutuhan Sosial): Jadilah benevolent society yang memiliki semangat menabur cinta dan kemanfaatan di komunitas. Safety Needs (Rasa Aman): Yakin pada perlindungan Allah SWT untuk menghadapi segala kesulitan. Terakhir, Physiological Needs (Kebutuhan Dasar): Mengerti passion dan adaptif, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasar dimanapun berada.

Sementara itu, Rektor INSIDA Dr. Syifaul Qulub berharap seluruh wisudawan yang hadir bisa memiliki daya juang untuk menjadi agen of change di tengah globalisasi.

“Saya berharap seluruh wisudawan tak pernah lelah berjuang agar bisa terus berkembang,” katanya. (ale/han)

Editor : Hany Akasah
#Insida #Wisuda #jatim #Lia Istifhama #sIDOARJO #DPD RI