Gelar Rembug Pelajar, Bappeda dan Cabang Dinas Pendidikan Gresik Jaring Aspirasi OSIS SMA/SMK

RADAR GRESIK – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik menekankan pentingnya forum Rembug Pelajar Gresik sebagai ruang penyampaian aspirasi yang substantif.
Hal tersebut ditekankan saat kegiatan jaring aspirasi dalam rangka penghimpunan masukan terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) ini digelar di SMA Negeri 1 Sidayu, Senin (19/10).
Forum strategis tersebut dihadiri oleh seluruh Ketua OSIS SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Gresik. Turut hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik yakni Kepala Seksi SMA dan PKPLK, Joko Sutopo serta Kepala Bidang dari Bappeda Kabupaten Gresik, Feni.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi Ke-81 Jawa Timur, Cabdindik Wilayah Gresik Gelar Service Motor Gratis di 8 SMK
Langkah ini selaras dengan instruksi Bupati Gresik yang menugaskan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik untuk menyerap secara langsung masukan dari para siswa.
Aspirasi dan gagasan yang terhimpun nantinya akan dibawa sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta penataan program CSR sektor pendidikan pada periode berikutnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, S.Pd., M.M., saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai aktor utama perubahan, bukan sekadar objek dari kebijakan yang dibuat.
Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemkab Bersama Cabdin Gresik Kunci Sinergi Vokasi dengan Tiga Kawasan Industri
“Kami menegaskan bahwa pelajar bukan hanya objek kebijakan atau penerima manfaat pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki hak dan kapasitas untuk berkontribusi dalam menentukan arah perubahan. Karena itu, pandangan dan pengalaman mereka harus menjadi pertimbangan dalam merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Eko Agus Suwandi.
Eko mendorong para Ketua OSIS SMA dan SMK untuk bersikap kritis, objektif, serta bertanggung jawab.
"Aspirasi yang disuarakan diharapkan tidak terbatas pada kepentingan internal sekolah masing-masing, melainkan mencakup persoalan pelajar secara komprehensif, mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana, pengembangan kompetensi, hingga penguatan karakter," tambah Eko.
Selain itu, Eko juga menggarisbawahi pentingnya pengarahan program CSR dari sektor dunia usaha di Kabupaten Gresik agar berjalan lebih partisipatif, terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.



