RADAR GRESIK – Gelaran MLBB PWI Gresik Cup 2026 yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik tidak hanya menyajikan persaingan sengit antar-tim.
Sosok Talitha Shahiza, caster lokal asal Gresik, sukses menjadi sorotan penonton lewat gaya membawakan pertandingan yang lugas, enerjik, dan penuh analisis.
Kemampuan Talitha dalam menghidupkan suasana laga bukan tanpa alasan. Ketertarikannya pada dunia public speaking telah terpupuk sejak usia dini.
Alumni SMA 1 Gresik ini sudah terbiasa tampil sebagai pembawa acara cilik hingga mengikuti lomba pidato dan storytelling sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK).
Minatnya pada dunia Mobile Legends mulai tumbuh saat SMA, di mana ia rutin mengikuti perkembangan pro scene dan menonton MPL (Mobile Legends: Bang Bang Professional League).
“Dari situ aku mikir, kok seru ya. Mereka ngomong, tapi bikin penonton ikut hidup,” kenang Talitha di sela-sela acara.
Perjalanan Menuju Runner-Up Audisi Dunia Game Langkah seriusnya sebagai caster dimulai secara tak terduga saat ia mengikuti audisi yang diselenggarakan oleh Dunia Game. Meski persiapan hanya dilakukan selama dua hari, Talitha berhasil menembus babak final dan menyabet gelar runner-up.
“Salah satu momen paling berkesan itu waktu harus nge-cast momen savage. Deg-degan, tapi di situ aku belajar improvisasi,” imbuhnya.
Sejak 2021 hingga 2025, ia terus mengasah kemampuan teknis permainan dan membangun persona, termasuk pengalaman berharga saat memandu acara di PT Petrokimia Gresik.
Keseimbangan Akademik dan Impian Besar Di balik kesibukannya di dunia esport, Talitha merupakan mahasiswa aktif jurusan Psikologi di Universitas Airlangga (Unair).
Baginya, menjadi caster di industri esport yang kompetitif memerlukan lebih dari sekadar kemampuan bicara, tetapi juga networking dan personal branding yang kuat.
“Bagi saya yang masih pemula, caster bukan cuma soal ngomong di panggung. Harus aktif bikin konten, bangun personal branding, dan follow up klien,” tegasnya.
Target besar Talitha ke depan adalah menembus panggung MPL sebagai caster profesional. Ia pun memberikan pesan inspiratif bagi generasi muda Gresik yang ingin terjun ke dunia serupa untuk berani mengambil langkah pertama.
“PD aja dulu. Jangan takut salah, jangan insecure. Kalau nunggu siap, kita nggak akan pernah mulai. Jadi mulailah sebelum benar-benar siap,” pungkasnya menutup perbincangan. (jar/han)
Editor : Hany Akasah