27 C
Gresik
Saturday, 28 January 2023

Siapkan Anggaran Kajian, Minta Pembangunan Lebih Inovatif

Gresik – Kinerja Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi dalam mengawasi pembangunan di Gresik tidak perlu diragukan lagi. Dalam pengawasannya, ia menilai pembangunan di Gresik kurang inovatif dan tidak memiliki konsep berkelanjutan

“Misalnya pembangunan trotoar. Selama ini pembangunan hanya bagito alias bagi roto. Jadi anggaran misalnya Rp 100 miliar, dibagi 10 ruas. Jadi hasilnya gak maksimal,” ujar Hamdi.

Seharusnya pembangunannya lebih fokus. Misalnya, anggaran Rp 100 miliar, fokuskan saja untuk dua ruas. Sehingga pembangunan bisa lebih leluasa dengan memasukkan sejumlah inovasi.

“Jadi bangun trotoar tidak hanya bangun saja. Tapi dipikirkan soal parkir tepi jalannya, tempat UMKM berjualan serta sejumlah simbol untuk pengunjung berfoto,” ungkap dia.

Jika ini bisa dilakukan, tidak hanya bangunan yang bagus. Tapi juga bisa memberikan dampak untuk pariwisata maupun perekonomian UMKM.

Baca Juga : AKP Sugeng, Bentuk Badan Kekar dengan Rutin Fitness

“Ini yang selama ini belum dipikirkan. Jadi pembangunan hanya dilakukan PU dan Cipta Karya. Tanpa melibatkan dinas lain untuk meminta masukan,” kata dia.

Ke depan, pihaknya berharap sinergi antar dinas bisa dilakukan dalam melakukan setiap pembangunan. Sehingga, hasil dari pembangunan benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

“Kami di Komisi III terus mendorong itu. Makanya kami siapkan anggaran kajian agar pembangunan lebih terkonsep dan inovatif,” imbuhnya. (rof)

Gresik – Kinerja Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi dalam mengawasi pembangunan di Gresik tidak perlu diragukan lagi. Dalam pengawasannya, ia menilai pembangunan di Gresik kurang inovatif dan tidak memiliki konsep berkelanjutan

“Misalnya pembangunan trotoar. Selama ini pembangunan hanya bagito alias bagi roto. Jadi anggaran misalnya Rp 100 miliar, dibagi 10 ruas. Jadi hasilnya gak maksimal,” ujar Hamdi.

Seharusnya pembangunannya lebih fokus. Misalnya, anggaran Rp 100 miliar, fokuskan saja untuk dua ruas. Sehingga pembangunan bisa lebih leluasa dengan memasukkan sejumlah inovasi.

-

“Jadi bangun trotoar tidak hanya bangun saja. Tapi dipikirkan soal parkir tepi jalannya, tempat UMKM berjualan serta sejumlah simbol untuk pengunjung berfoto,” ungkap dia.

Jika ini bisa dilakukan, tidak hanya bangunan yang bagus. Tapi juga bisa memberikan dampak untuk pariwisata maupun perekonomian UMKM.

Baca Juga : AKP Sugeng, Bentuk Badan Kekar dengan Rutin Fitness

“Ini yang selama ini belum dipikirkan. Jadi pembangunan hanya dilakukan PU dan Cipta Karya. Tanpa melibatkan dinas lain untuk meminta masukan,” kata dia.

Ke depan, pihaknya berharap sinergi antar dinas bisa dilakukan dalam melakukan setiap pembangunan. Sehingga, hasil dari pembangunan benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

“Kami di Komisi III terus mendorong itu. Makanya kami siapkan anggaran kajian agar pembangunan lebih terkonsep dan inovatif,” imbuhnya. (rof)

Most Read

Berita Terbaru

/