
RADAR GRESIK - Sebagai seorang guru kelas 1 di UPT SDN 16 Gresik, Yenny Purwati tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik siswa-siswanya. Perempuan berusia 33 tahun ini memiliki cara unik dalam mendidik anak-anak, yaitu dengan menggali dan mengembangkan bakat non-akademik mereka, khususnya di dunia modeling.
Dengan pengalaman tiga tahun sebagai guru PAUD, Yenny memiliki pemahaman yang mendalam tentang perkembangan anak usia dini. Ia menyadari bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik dan perlu diberikan ruang untuk berkembang.
"Saya melihat banyak potensi yang dimiliki anak-anak, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang seni dan kreativitas. Salah satunya adalah bakat di dunia modeling," ujar Yenny.
Mengajar di kelas 1 tentu menjadi tantangan tersendiri. Anak-anak usia dini masih dalam tahap adaptasi dengan lingkungan sekolah. Namun, bagi Yenny, tantangan ini justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan dirinya sebagai seorang pendidik.
"Mengajar anak kelas 1 itu seperti membimbing bibit unggul. Kita harus sabar dan telaten dalam membimbing mereka," ungkapnya.
Salah satu kepuasan terbesar Yenny adalah ketika melihat siswa-siswanya meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ia selalu mendorong anak-anak untuk berani mencoba hal-hal baru dan mengembangkan potensi diri.
"Saya sangat bangga ketika melihat anak-anak didik saya meraih prestasi di berbagai bidang. Ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat, anak-anak bisa mencapai apa pun yang mereka impikan," imbuhnya.
Dengan pendekatan yang holistik, Yenny berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan kreativitas yang tinggi.
"Saya ingin anak-anak didik saya menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan berprestasi. Selain itu, saya juga ingin menanamkan nilai-nilai karakter yang baik sejak dini," tuturnya. (rir/han)

