Bermula risih melihat got yang selalu kotor di Jalan Kramat Langon, warga akhirnya mulai membersihkannya. Namun, tak sampai beberapa bulan, got kembali kotor dan tidak terawat. Bahkan, baunya menyengat. “Dari situ, kami coba memanfaatkan biar got tetap bersih. Ide yang muncul mencoba budidaya ikan lele,” kata Ketua Karang Taruna Sidokumpul Imam Wahyu.
Dikatakan, upaya awal yang dilakukan dalam budidaya lele di got yakni melakukan sosialisasi ke warga dan remaja di sekitarnya. Mereka diminta tidak membuang sampah ke saluran tersebut. Baru setelah itu, mereka membuat pembatas penyaring air dari rumah warga dengan menggunakan serabut kelapa, batu zeolit dan arang. Tujuannya agar kali tidak lagi kumuh atau kotor dan bisa mengurangi limbah sabun yang dari perkampungan. “Arang bisa menetralkan air dari limbah sabun,” jelasnya.
Salah satu warga Mohammad menambahkan, ke depan akan membudidayakan ikan nila di saluran pembuangan limbah tersebut jika kadar airnya bagus. “Harapannya masyarakat lebih peduli dengan budidaya ikan. Selain itu, membantu perekonomian masyarakat nantinya,” pungkasnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah