RADAR GRESIK - Sebuah momen unik sekaligus menggelitik datang dari Dusun Buden, Desa Plosobuden, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Bukan nasi kotak, bukan roti, bahkan bukan sembako, para tamu kondangan di sana justru pulang dengan kipas angin ukuran besar!
Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang langsung viral di media sosial sejak Selasa (15/4). Dalam video tersebut, tampak sejumlah bapak-bapak berjalan santai sambil menenteng kardus besar berisi kipas angin. Senyum sumringah menghiasi wajah mereka, seolah berkata: “Ini sih kondangan paling dingin sepanjang masa!”
Acara ini bukan pernikahan, melainkan selamatan 100 hari meninggalnya ayah dari Hafidzin, warga Plosobuden yang kini tinggal di Gresik setelah lama merantau dari luar Jawa. Tuan rumah, dalam semangat berbagi dan mengenang almarhum, memilih membagikan sesuatu yang tidak hanya unik tapi juga berguna: kipas angin.
“Iya, kemarin sore itu acaranya. Memang dibagiin kipas angin untuk para tamu,” kata Fitroni, warga setempat, saat dikonfirmasi wartawan. Ia juga mengungkapkan bahwa pada acara selamatan 40 hari sebelumnya, para tamu mendapat berkat biasa yang ditambah dengan sarung.
Respons warganet? Jangan ditanya. Video tersebut langsung dibanjiri komentar kocak dan pujian. Salah satu komentar yang paling viral berbunyi: “Plosobuden menyala!” lengkap dengan emotikon api berkobar, sebuah kalimat yang kini jadi slogan dadakan desa tersebut.
“Ini baru namanya berkat: adem di badan, adem di hati,” tulis netizen lain.
Tidak sedikit juga yang mengusulkan agar tradisi ini ditiru di tempat lain. Ada yang berkelakar, “Kalau bisa kipas AC sekalian dong, biar makin syahdu,” tulis akun @anginsegara disertai emoji tertawa.
Selain lucu, fenomena ini juga jadi contoh bagaimana tradisi bisa dibalut dengan kreativitas dan kepekaan sosial. Di tengah cuaca panas dan harga kebutuhan yang makin naik, kipas angin bisa jadi hadiah yang bukan hanya fungsional, tapi juga meninggalkan kesan mendalam. (bay/han)
Editor : Hany Akasah