alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Ajak Warga Bentuk Bank Sampah di Sembilan RT Kawasan Manyar

GRESIK – Pasca melandainya badai pandemi gelombang kedua, beberapa perusahaan kembali membantu masyarakat di sekitar pabriknya. PT Cargill Indonesia – Cocoa & Chocolate Gresik misalnya.  Melalui program CSR Pengembangan Bank Sampah dan Desa Hijau Lestari di Desa Manyarejo Kecamatan Manyar, PT Cargill membentuk dan melatih manajemen bank sampah induk dan unit di sembilan RT Di Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Adi Suprayitno, Admin and Relations Manager PT Cargill Indonesia di Gresik mengatakan, pada program tersebut pihaknya menyediakan transportasi pengangkut sampah, pelatihan tata kelola sampah organic serta pelatihan kerajinan daur ulang sampah nonorganik. Kegiatan itu didukung pemerintah desa, PKK, Karang Taruna dan team Wehasta. Pelatihan teknis manajemen bank sampah dilakukan kepada 70 orang kader lingkungan pada sembilan titik kegiatan RT masing-masing.

“Kader lingkungan dipersiapkan untuk mengajak seluruh warga membentuk bank sampah unit di setiap RT,” kata Adi. Dengan target menaikkan reduksi sampah non organik dari timbunan awal, reduksi sampah organik melalui komposter aerob dan pemanfaatan daur ulang sampah nonorganik menjadi kerajinan tangan. Semuanya dalam rangka menciptakan masyarakat desa mandiri  khususnya di bidang tata kelola lingkungan.

“Pengembangan management kawasan industri seperti Desa Manyar Sidomukti perlunya tata kelola lingkungan yang ideal. Program tersebut juga bentuk ecopreneurship yang bisa memberikan pendapatan ekonomi kepada masyarakat,” kata Adi.

Pengembangan program bank sampah tersebut juga akan mengkampanyekan penghematan, pendayagunaan dan pelestarian lingkungan, serta penanganan pemanasan global dalam rangka turut serta mensukseskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13 yaitu aksi memerangi perubahan iklim. Tujuan lainnya menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri dalam tata kelola lingkungan khususnya menghadapi masa pandemi.

Diharapkan menjadi community center program itu untuk pemberdayaan masyarakat berlanjutan menuju kemandirian wilayah desa. Di antaranya lingkungan, ekonomi, nutrisi, sanitasi dan komunikasi.

Ketua penggerak PKK Desa Manyar Sidomukti  Muafiah mengucapkan berterimakasih kepada PT Cargill Indonesia selama peduli dengan lingkungan khususnya tata kelola sampah di desa. “Kami agar lebih bersih, asri dan lestari, semoga program ini bisa berkelanjutan,” kata Muafiah. (jar/han)

GRESIK – Pasca melandainya badai pandemi gelombang kedua, beberapa perusahaan kembali membantu masyarakat di sekitar pabriknya. PT Cargill Indonesia – Cocoa & Chocolate Gresik misalnya.  Melalui program CSR Pengembangan Bank Sampah dan Desa Hijau Lestari di Desa Manyarejo Kecamatan Manyar, PT Cargill membentuk dan melatih manajemen bank sampah induk dan unit di sembilan RT Di Desa Manyar Sidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Adi Suprayitno, Admin and Relations Manager PT Cargill Indonesia di Gresik mengatakan, pada program tersebut pihaknya menyediakan transportasi pengangkut sampah, pelatihan tata kelola sampah organic serta pelatihan kerajinan daur ulang sampah nonorganik. Kegiatan itu didukung pemerintah desa, PKK, Karang Taruna dan team Wehasta. Pelatihan teknis manajemen bank sampah dilakukan kepada 70 orang kader lingkungan pada sembilan titik kegiatan RT masing-masing.

“Kader lingkungan dipersiapkan untuk mengajak seluruh warga membentuk bank sampah unit di setiap RT,” kata Adi. Dengan target menaikkan reduksi sampah non organik dari timbunan awal, reduksi sampah organik melalui komposter aerob dan pemanfaatan daur ulang sampah nonorganik menjadi kerajinan tangan. Semuanya dalam rangka menciptakan masyarakat desa mandiri  khususnya di bidang tata kelola lingkungan.

-

“Pengembangan management kawasan industri seperti Desa Manyar Sidomukti perlunya tata kelola lingkungan yang ideal. Program tersebut juga bentuk ecopreneurship yang bisa memberikan pendapatan ekonomi kepada masyarakat,” kata Adi.

Pengembangan program bank sampah tersebut juga akan mengkampanyekan penghematan, pendayagunaan dan pelestarian lingkungan, serta penanganan pemanasan global dalam rangka turut serta mensukseskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13 yaitu aksi memerangi perubahan iklim. Tujuan lainnya menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri dalam tata kelola lingkungan khususnya menghadapi masa pandemi.

Diharapkan menjadi community center program itu untuk pemberdayaan masyarakat berlanjutan menuju kemandirian wilayah desa. Di antaranya lingkungan, ekonomi, nutrisi, sanitasi dan komunikasi.

Ketua penggerak PKK Desa Manyar Sidomukti  Muafiah mengucapkan berterimakasih kepada PT Cargill Indonesia selama peduli dengan lingkungan khususnya tata kelola sampah di desa. “Kami agar lebih bersih, asri dan lestari, semoga program ini bisa berkelanjutan,” kata Muafiah. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/