alexametrics
30 C
Gresik
Saturday, 29 January 2022

KKN Kelompok 79 UPN Veteran Optimalkan Penghijauan dengan Hidroponik

GRESIK –  Kelompok 79 KKN UPN menggelar sejumlah kegiatan di Bogor Doyong Kelurahan Tlogopatut Kecamatan Gresik Sabtu (26/7) lalu. Kelompok yang diketuai oleh Dandi Muhammad Ridho dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. I Gede Susrama Mas Diyasa, S.T M.T fokus mengajak warga memaksimalkan lahan sempit dengan hidroponik.

Ketua KKN Kelompok 79 Dandi Muhammad Ridho mengaku hidroponik dipilih karena pembuatannya mudah, “Kami gunakan sayuran packoy dan kangkung karena lebih cocok dan mudah untuk dimanfaatkan oleh warga,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kelompok 79 mensosialisasikan inovasi hidroponik menggunakan galon bekas. Hal itu dijelaskan secara detail oleh divisi teknologi tepat guna dan divisi ketahanan pangan.

Hani Ristanti dari Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan, memberikan sejumlah informasi tambahan mengenai hidroponik secara lebih dalam kepada warga kampung Bogor Doyong yang diwakili Ketua RT 2/RW 2.

“Selain bisa bercocok tanam di lahan yang sempit, hasil dari hidroponik juga bisa membantu warga menjaga ketahanan pangan terutama sayur-sayuran ditengah pandemi ini,” imbuh Lutfita Sari dari jurusan Agribisnis UPN Veteran.

Dengan penjelasan yang detail, beberapa ibu-ibu memberikan respon yang positif dan bisa dengan cepat mempraktekan membuat hidroponik.

“Saya sangat mengapresiasi adik-adik KKN disini, warga jadi sangat antusias membuat hidroponik di tengah pandemi ini,” ujar Andik ketua RT 2/RW 2 Kelurahan Tlogopatut.

Tidak hanya memperkenalkan teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik, mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 79 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur juga berencana melakukan penyuluhan bagaimana memanfaatkan hidroponik sebagai peluang usaha bagi warga Kampung Bogor Doyong. (ri/rof)

GRESIK –  Kelompok 79 KKN UPN menggelar sejumlah kegiatan di Bogor Doyong Kelurahan Tlogopatut Kecamatan Gresik Sabtu (26/7) lalu. Kelompok yang diketuai oleh Dandi Muhammad Ridho dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. I Gede Susrama Mas Diyasa, S.T M.T fokus mengajak warga memaksimalkan lahan sempit dengan hidroponik.

Ketua KKN Kelompok 79 Dandi Muhammad Ridho mengaku hidroponik dipilih karena pembuatannya mudah, “Kami gunakan sayuran packoy dan kangkung karena lebih cocok dan mudah untuk dimanfaatkan oleh warga,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kelompok 79 mensosialisasikan inovasi hidroponik menggunakan galon bekas. Hal itu dijelaskan secara detail oleh divisi teknologi tepat guna dan divisi ketahanan pangan.

-

Hani Ristanti dari Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan, memberikan sejumlah informasi tambahan mengenai hidroponik secara lebih dalam kepada warga kampung Bogor Doyong yang diwakili Ketua RT 2/RW 2.

“Selain bisa bercocok tanam di lahan yang sempit, hasil dari hidroponik juga bisa membantu warga menjaga ketahanan pangan terutama sayur-sayuran ditengah pandemi ini,” imbuh Lutfita Sari dari jurusan Agribisnis UPN Veteran.

Dengan penjelasan yang detail, beberapa ibu-ibu memberikan respon yang positif dan bisa dengan cepat mempraktekan membuat hidroponik.

“Saya sangat mengapresiasi adik-adik KKN disini, warga jadi sangat antusias membuat hidroponik di tengah pandemi ini,” ujar Andik ketua RT 2/RW 2 Kelurahan Tlogopatut.

Tidak hanya memperkenalkan teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik, mahasiswa-mahasiswi KKN Kelompok 79 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur juga berencana melakukan penyuluhan bagaimana memanfaatkan hidroponik sebagai peluang usaha bagi warga Kampung Bogor Doyong. (ri/rof)

Most Read

Berita Terbaru