alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Perayaan Natal di Gresik Bakal Berlangsung Sederhana

GRESIK – Kesan suasana menjelang Natal tahun ini dirasa berbeda oleh ketua Majelis GKI (Gereja Kristen Indonesia) Gresik, Fo Era Era Gea. Menurut Fo, Natal yang biasa dirayakan dengan gemerlap kemegahan, kali ini harus ditarik mundur, sebagaimana perayaan Natal di zaman dahulu.

“Saya mengatakan Natal tahun ini, kita  diajak kembali mengingat Natal pada zaman Yesus dulu, yang sederhana. Biasanya kita rayakan dengan kemegahan dan kemeriahaan. Tahun ini kita ditarik kembali, bahwa Natal adalah bagaimana kita memaknai suka cita dengan sederhana. Jadi Natal ukurannya bukan pesta tapi kesederhanaan,” tutur Fo.

Ia menceritakan, bagaimana Natal biasa dirayakan dengan pertunjukan drama, puisi, nyanyian-nyanyian hingga jamuan makan. Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini suasana tersebut tidak bisa dijumpai.

“Kita persingkat acara, tidak ada makan-makan, nyanyian pun biasanya ada 4-5 bait, sekarang dibuat 2-3 bait, ada pemotongan lagu. Sekarang murni hanya ibadah tanpa perayaan,” terang laki-laki berusia 27 tahun itu.

Menurut Fo, dari seluruh Gereja di Gresik, hanya 3 Gereja yang akan menggelar peribadatan saat Natal. Yakni Gereja Kristen Indonesia, Gereja St. Perawan Maria, dan GBI Rock Gresik. Selebihnya, menggunakan metode streeming atau aplikasi zoom.

Di tanya terkait izin dari Satgas Covid Gresik, Fo mengatakan, untuk GKI Gresik sendiri telah mengajukan izin sejak tanggal 6 September lalu.

“Kita sudah ajukan izin kepada Satgas Covid Gresik. Sudah ada suratnya, kami diizinkan beribadah. Kami sudah mulai beribadah sejak September dengan menerapkan Prokes,” terangnya.

Sementara itu, pengurus kerumahtanggaan GKI Gresik, Marthinus menjelaskan, terkait Jumlah jemaat yang diperbolehkan beribadah di Gereja pun dibatasi. Selama pandemi ini, GKI Gresik hanya menyediakan 100 kursi untuk setiap sesi peribadatan. Itu pun harus mendaftar terlebih dahulu.

Jemaat yang belum mendaftar sebelumnya, tidak bisa mngikuti peribadatan di Gereja.

“Dari 100 kursi yang kita sediakan selama pandemi, itu pun tidak 100 persen hadir. Hanya sekitar 60 – 70 orang yang hadir. Selebihnya memilih via zoom,” tuturnya.

Padahal, normalnya, setiap kali ibadah, GKI Gresik biasa menampung 200 jemaat tiap kali beribadah pada pagi dan sore hari. Namun dalam nuansa pandemi ini, GKI memberlakukan 2 kali jadwal beribadah pukul 07.00 dan 09.00.

Khusus untuk peringatan Natal besok, Jumat (25/12) GKI Gresik mempersiapkan 125 kursi. 100 kursi di aula bawah dan 25 kursi di aula atas. Itu pun dengan prokes yang ketat. “Sudah kita siapkan tempat cuci tangan, tempatnya duduknya pun dibuat berjarak,” terangnya. (fir/rof)

GRESIK – Kesan suasana menjelang Natal tahun ini dirasa berbeda oleh ketua Majelis GKI (Gereja Kristen Indonesia) Gresik, Fo Era Era Gea. Menurut Fo, Natal yang biasa dirayakan dengan gemerlap kemegahan, kali ini harus ditarik mundur, sebagaimana perayaan Natal di zaman dahulu.

“Saya mengatakan Natal tahun ini, kita  diajak kembali mengingat Natal pada zaman Yesus dulu, yang sederhana. Biasanya kita rayakan dengan kemegahan dan kemeriahaan. Tahun ini kita ditarik kembali, bahwa Natal adalah bagaimana kita memaknai suka cita dengan sederhana. Jadi Natal ukurannya bukan pesta tapi kesederhanaan,” tutur Fo.

Ia menceritakan, bagaimana Natal biasa dirayakan dengan pertunjukan drama, puisi, nyanyian-nyanyian hingga jamuan makan. Namun, di tengah pandemi Covid-19 ini suasana tersebut tidak bisa dijumpai.

-

“Kita persingkat acara, tidak ada makan-makan, nyanyian pun biasanya ada 4-5 bait, sekarang dibuat 2-3 bait, ada pemotongan lagu. Sekarang murni hanya ibadah tanpa perayaan,” terang laki-laki berusia 27 tahun itu.

Menurut Fo, dari seluruh Gereja di Gresik, hanya 3 Gereja yang akan menggelar peribadatan saat Natal. Yakni Gereja Kristen Indonesia, Gereja St. Perawan Maria, dan GBI Rock Gresik. Selebihnya, menggunakan metode streeming atau aplikasi zoom.

Di tanya terkait izin dari Satgas Covid Gresik, Fo mengatakan, untuk GKI Gresik sendiri telah mengajukan izin sejak tanggal 6 September lalu.

“Kita sudah ajukan izin kepada Satgas Covid Gresik. Sudah ada suratnya, kami diizinkan beribadah. Kami sudah mulai beribadah sejak September dengan menerapkan Prokes,” terangnya.

Sementara itu, pengurus kerumahtanggaan GKI Gresik, Marthinus menjelaskan, terkait Jumlah jemaat yang diperbolehkan beribadah di Gereja pun dibatasi. Selama pandemi ini, GKI Gresik hanya menyediakan 100 kursi untuk setiap sesi peribadatan. Itu pun harus mendaftar terlebih dahulu.

Jemaat yang belum mendaftar sebelumnya, tidak bisa mngikuti peribadatan di Gereja.

“Dari 100 kursi yang kita sediakan selama pandemi, itu pun tidak 100 persen hadir. Hanya sekitar 60 – 70 orang yang hadir. Selebihnya memilih via zoom,” tuturnya.

Padahal, normalnya, setiap kali ibadah, GKI Gresik biasa menampung 200 jemaat tiap kali beribadah pada pagi dan sore hari. Namun dalam nuansa pandemi ini, GKI memberlakukan 2 kali jadwal beribadah pukul 07.00 dan 09.00.

Khusus untuk peringatan Natal besok, Jumat (25/12) GKI Gresik mempersiapkan 125 kursi. 100 kursi di aula bawah dan 25 kursi di aula atas. Itu pun dengan prokes yang ketat. “Sudah kita siapkan tempat cuci tangan, tempatnya duduknya pun dibuat berjarak,” terangnya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/