alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Bayar Kopi dengan Sampah, DLH Berikan Edukasi Jaga Lingkungan

GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik membuat program bayar kopi dengan sampah. Ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau memilah dan mengelola sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Gresik, Irwanto mengatakan sampah bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang saja. Tapi semua elemen masyarakat harus bertanggung jawab. Sehingga dengan adanya edukasi sampah yang ditukar dengan kopi diharapkan bisa sama – sama menjaga lingkungan sekitar. “Jadi tidak hanya sampah tukar kopi tapi juga diberikan edukasi tentang persampahan,”kata Irwanto saat ditemui di perumahan Sidorukun Gresik.

Adanya tukar sampah dengan kopi ini bisa membantu untuk mengurangi sampah yang non organik. “Untuk tahun ini dari 3 tempat warung kopi yang sudah edukasi dengan sampah tukar kopi ini sudah ada 1 ton sampah yang dihasilkan. Sehingga nantinya sampah ini bisa dikelola lagi dan bisa dijual yang sudah tidak bisa digunakan kembali,” jelasnya.

Sedangkan untuk lokasi saat ini tempatnya yang kecil dan berada di perumahan. Jadi ini sangat membantu sekali dalam menangani persampahan dan sekaligus bisa membantu menangani persampahan di Kabupaten Gresik. “Kami memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah melakukan edukasi tentang edukasi sampah yang ditukar dengan kopi ini,”jelasnya.

Sementara dari Camat Gresik, Agung Endro menjelaskan warga memang suka minum kopi di warung. Sehingga program seperti mendapat respon positif dari masyarakat. “Harapan dengan adanya kopi tukar sampah ini bisa mengurangi sampah di Kabupaten Gresik dan serta bisa mengedukasi kepada masyarakat umum terutama di Gresik untuk bersama -sama menjaga lingkungan dari sampah,”ungkapnya. (*/rof)


GRESIK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik membuat program bayar kopi dengan sampah. Ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau memilah dan mengelola sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Gresik, Irwanto mengatakan sampah bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang saja. Tapi semua elemen masyarakat harus bertanggung jawab. Sehingga dengan adanya edukasi sampah yang ditukar dengan kopi diharapkan bisa sama – sama menjaga lingkungan sekitar. “Jadi tidak hanya sampah tukar kopi tapi juga diberikan edukasi tentang persampahan,”kata Irwanto saat ditemui di perumahan Sidorukun Gresik.

Adanya tukar sampah dengan kopi ini bisa membantu untuk mengurangi sampah yang non organik. “Untuk tahun ini dari 3 tempat warung kopi yang sudah edukasi dengan sampah tukar kopi ini sudah ada 1 ton sampah yang dihasilkan. Sehingga nantinya sampah ini bisa dikelola lagi dan bisa dijual yang sudah tidak bisa digunakan kembali,” jelasnya.

-

Sedangkan untuk lokasi saat ini tempatnya yang kecil dan berada di perumahan. Jadi ini sangat membantu sekali dalam menangani persampahan dan sekaligus bisa membantu menangani persampahan di Kabupaten Gresik. “Kami memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah melakukan edukasi tentang edukasi sampah yang ditukar dengan kopi ini,”jelasnya.

Sementara dari Camat Gresik, Agung Endro menjelaskan warga memang suka minum kopi di warung. Sehingga program seperti mendapat respon positif dari masyarakat. “Harapan dengan adanya kopi tukar sampah ini bisa mengurangi sampah di Kabupaten Gresik dan serta bisa mengedukasi kepada masyarakat umum terutama di Gresik untuk bersama -sama menjaga lingkungan dari sampah,”ungkapnya. (*/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru