alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

Kembalikan Biota Air, Buang Eco Enzyme ke Telaga Pegat

GRESIK – Banyak cara dilakukan untuk memperingati hari lahir Kartini. Seperti yang dilakukan oleh komunitas dari pegiat lingkungan hidup, Asosiasi Bank Sampah (Asbag) Gresik. Dengan terjun ke Telaga Pegat, Asbag berinisiasi membuang eco enzyme untuk kelestarian lingkungan.

 

Keta Asbag Gresik, Siti Fitria mengatakan, di era sekarang, perjuangan perempuan layaknya Kartini bisa dilakukan dalam berbagai sektor. Utamanya, dalam bidang lingkungan. “Dalam memperingati hari Kartini bukan semata – mata harus menggunakan kebaya, namun menandai kepedulian Kartini sekarang kepada bumi. Salah satunya dengan mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita,”kata Fitria.

Dikatakan, saat ini sudah banyak Kartini yang menjadi bagian dari pejuang lingkungan. Kartini masa kini tidak hanya menjadi pendidik, politisi atau perawat. Namun, sudah banyak perempuan yang bekerja di sektor lingkungan, misalnya tukang bersih hingga pengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Kami pegiat lingkungan selalu mencari cara supaya lingkungan tetap lestari. Baru-bari ini kami sedang membuat eco enzyme dari bahan organik dan bisa mengurangi sampah di TPA atau paling tidak di lingkungannya,”jelas dia.

Menurutnya, eco enzyme disemprotkan ke tanaman dan dibuang ke Telaga Pegat  bisa memperbaiki air danau. “Harapannya eco enzyme dituangkan ke Telaga Pegat bisa memperbaiki air danau dan biota airnya,”terang dia.

 

Pengurus Kelompok Eco Enzyme Harmoni Gresik, Indah wahyuni mengaku, tren saat ini dalam menjaga lingkungan yakni dengan membuat eco enzyme. “Eco enzyme itu berasal dari sisa makanan yang kemudian diolah dan dimanfaatkan lagi sehingga tidak menjadi sampah,” pungkasnya. (jar/han)

GRESIK – Banyak cara dilakukan untuk memperingati hari lahir Kartini. Seperti yang dilakukan oleh komunitas dari pegiat lingkungan hidup, Asosiasi Bank Sampah (Asbag) Gresik. Dengan terjun ke Telaga Pegat, Asbag berinisiasi membuang eco enzyme untuk kelestarian lingkungan.

 

Keta Asbag Gresik, Siti Fitria mengatakan, di era sekarang, perjuangan perempuan layaknya Kartini bisa dilakukan dalam berbagai sektor. Utamanya, dalam bidang lingkungan. “Dalam memperingati hari Kartini bukan semata – mata harus menggunakan kebaya, namun menandai kepedulian Kartini sekarang kepada bumi. Salah satunya dengan mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita,”kata Fitria.

-

Dikatakan, saat ini sudah banyak Kartini yang menjadi bagian dari pejuang lingkungan. Kartini masa kini tidak hanya menjadi pendidik, politisi atau perawat. Namun, sudah banyak perempuan yang bekerja di sektor lingkungan, misalnya tukang bersih hingga pengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Kami pegiat lingkungan selalu mencari cara supaya lingkungan tetap lestari. Baru-bari ini kami sedang membuat eco enzyme dari bahan organik dan bisa mengurangi sampah di TPA atau paling tidak di lingkungannya,”jelas dia.

Menurutnya, eco enzyme disemprotkan ke tanaman dan dibuang ke Telaga Pegat  bisa memperbaiki air danau. “Harapannya eco enzyme dituangkan ke Telaga Pegat bisa memperbaiki air danau dan biota airnya,”terang dia.

 

Pengurus Kelompok Eco Enzyme Harmoni Gresik, Indah wahyuni mengaku, tren saat ini dalam menjaga lingkungan yakni dengan membuat eco enzyme. “Eco enzyme itu berasal dari sisa makanan yang kemudian diolah dan dimanfaatkan lagi sehingga tidak menjadi sampah,” pungkasnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/